Tag Archives: kentang

[Kuliner] Fussion Bistro

Malam Senin kemarin aku bersama 4 orang teman kulineran lagi di salah satu resto di kota Bandung. Namanya adalah Fussion Bistro. Lokasinya di Jalan Cemara no. 81, dekat persimpangan jalan Cemara – Sukajadi. Lebih tepatnya, bisa dicek di link foursquare berikut → https://foursquare.com/v/fussion-bistro/50fb9c0be4b0192efcebe1f6. Kami memilih Fussion Bistro setelah membaca-baca review salah satu artikel di Cerita Perut.

Fussion Bistro ini memiliki tempat yang sangat luas. Demikian pula area parkirnya. Gaya arsitektur dengan posisi langit-langitnya yang tinggi menambah kesan luas pada bangunan resto ini. Elemen interiornya didominasi oleh furnitur kayu. Mulai dari pagar serambi depan, meja, kursi, pagar di dalam ruangan, langit-langit, pintu kamar mandi, dsb. Warna putih begitu mendominasi arsitektur bangunan Fussion Bistro ini sehingga menimbulkan kesan clean dan simple. 

Mengenai fasilitas, di Fussion Bistro ini terdapat 1 meja biliar dan 1 dart board (papan anak panah). Pengunjung Fussion Bistro bisa memainkan fasilitas tersebut secara gratis. Sayang euy kami tidak sempat mencobanya. Anak-anak nih pada malu-malu mau unjuk gigi main biliar, haha.

Layar Tancap

Layar Tancap

Selain itu terdapat wifi juga di sana. Fasilitas lainnya yang tak kalah memanjakan pengunjung adalah adanya ‘layar tancap’ di sana. Ketika kami ke sana, kebetulan sedang tayang siaran MotoGP Andalusia. Setelah itu malah ada nonton bareng MU vs Chelsea. Suasana di dalam dari yang sebelumnya cukup sepi menjadi ramai dengan kehadiran fans-fans MU.

Nah, sekarang soal menunya. Boleh dibilang harga menu makanan dan minuman di Fussion Bistro ini termasuk relatif lebih murah dibandingkan dengan resto/cafe sejenis. Ini dia daftar menu di sana.

Menu

Main Menu

Menu

Menu Appetizer, Dessert, Beverage

Kami sendiri memesan beberapa menu di antaranya:

Pizza Tuna

Pizza Tuna

Chicken Wings

Chicken Wings

Banana Split

Banana Split

Chili Cheese Fries

Chili Cheese Fries

Lasagna mushroom

Lasagna mushroom

Setelah makan ‘main dishes’, kami mengobrol-ngobrol lama. Sambil ngobrol, kami memesan menu appetizer-nya untuk dimakan bareng-bareng. Kami memesan chicken wings dan chili cheese fries. Btw, aku suka sama rasa saus keju yang melumuri chili cheese fries ini. Enak banget, pas untuk dinikmati bersama kentangnya.

Yang jelas Fussion bistro ini memang harus dimasukin list-lah kalau mau buat nongkrong-nongkrong. Ngerjain tugas kuliah misalnya. Taste menunya juga cukup oke. Jangan khawatir baterai laptop atau HP habis karena di sana tersedia colokan juga di dekat meja makannya. Tidak semua meja memang, hanya sejumlah spot tertentu saja. Kami sendiri tanpa terasa bisa bertahan selama hampir 2 jam nongkrong di sana, hehe. 🙂

 

 

 

Advertisements

[Kuliner] My Little Kitchen

Sudah lama nggak posting tentang pengalaman kulineran, hehehe. Kali ini kebetulan saja sempat foto-foto makanannya jadi kepikiran untuk menulisnya di blog. Selain itu, ini juga kulineran pertamaku ke restoran My Little Kitchen di jalan Setiabudi, dekat pertigaan Geger Kalong Hilir.

Jadi ceritanya malam tadi setelah acara wisudaan di kampus aku dan beberapa teman lama ingin mencari tempat makan yang enak untuk ngobrol-ngobrol lama. Maklum, sudah lama kami tidak ngumpul-ngumpul bareng karena entah sibuk dengan pekerjaan masing-masing ataupun karena memang sudah berbeda kota domisili.

Atas ide seorang teman, akhirnya kami memilih My Little Kitchen (MYLK) sebagai tempat makan tujuan kami malam ini. Kebetulan juga ada seorang teman yang mempunyai kartu member di sana. Lumayan, bisa dapat diskon hingga 15% katanya.

Bersama Wafi di Sabuga

Bersama Wafi di Sabuga

Oh ya, sebelumnya aku mau mengucapkan selamat wisuda dululah buat teman 3 tahun sekontrakan dulu, bung Wafi. Agak OOT sebentar, pada wisuda kali ini (April 2013) jumlah anggota IF dan STI ’07 yang diwisuda cuma dua orang. Wafi salah satu di antaranya. Sayang euy, tadi dia nggak bisa ikut join kami makan-makan karena buru-buru pulang ke Jakarta. Kok yang diwisuda malah nggak ikut nih gimana, haha. Padahal ada yang mau traktiran. 😀

Ok, balik lagi. My Little Kitchen ini tempatnya menurutku sangat nyaman. Restoran ini memiliki dua lantai. Kami tadi memilih tempat di bagian balkon lantai dua. Agak dingin sih memang berada di luar. Apalagi tadi daerah Setiabudi tengah diguyur hujan gerimis. Tapi, entahlah, aku merasa fine saja, bahkan makan jadi nikmat karena suasananya cukup dingin-dingin segar di balkon tadi.

Soal harga, dibandingkan dengan restoran-restoran steak sejenis, harganya cukup reasonableRange-nya kalau tidak salah tadi aku lihat sekitar 20 ribu sampai 100-an ribu juga ada. Di daftar menunya diberikan penanda untuk menu-menu yang recommended. Aku pesan steak T-bone (42.500 IDR) tadi. Bukan termasuk menu yang direkomendasikan sih sebenarnya. Tapi, toh enak juga kok. Kita bisa milih sauce-nya mau yang pepper, mushroomatau barbeque. Kentangnya pun bisa milih yang mashed atau french fries.

T-bone

T-bone

IMG_20130406_200726

Nggak terasa tadi kami nongkrong di sana sampai 2 jam lebih. Kebetulan restorannya tadi juga lagi nggak begitu ramai sih. Padahal malam minggu. Oh ya, kalau mau tahu review-review yang lain tentang My Little Kitchen, bisa baca-baca di link ini dari TripAdvisor.