Tag Archives: T-bone

[Kuliner] Congo Cafe & Gallery

Sebenarnya kulineran yang satu ini sudah terjadi hampir dua minggu yang lalu sih. Kulineran kali ini adalah acara traktirannya salah seorang teman yang wisuda pada bulan Juli ini. Alhamdulillah‚Ķ lagi-lagi ditraktir, hehe. ūüėÄ

Congo Cafe & Gallery ini terletak di kawasan Dago Pakar, Bandung utara, tepatnya di Jl. Rancakendal Luhur No. 8. Karena lokasinya yang berada di perbukitan, hawa di sana cukup sejuk. Kami ke sana pada malam hari dan suhunya lumayan dingin ketika itu. Walaupun berada di perbukitan, jangan berharap untuk dapat melihat view kelap-kelip cahaya lampu kota sebagaimana view yang tampak dari Punclut.

Karena kami di sana malam hari, pemandangan sekitar, termasuk area Congo Cafe & Gallery ini kurang tampak jelas olehku. Maklum, pencahayaan di luar menurutku kurang begitu terang, sehingga aku tak mengetahui dengan jelas ada apa saja sih sebenarnya di are Congo Cafe ini. Yang jelas, areanya terbilang sangat luas dan terdiri atas dua bangunan utama kalau tidak salah. Ada live music-nya juga ketika itu, cuma adanya di bangunan yang berbeda dari tempat kami makan. Bangunannya sih semi outdoor gitu.

Congo Cafe & Gallery

Congo Cafe & Gallery

Disebut “Gallery” mungkin karena di cafe ini juga terdapat galeri yang memajang karya-karya seni dari pahatan kayu. Sekali lagi, karena kami ke sana malam hari, dan pencahayaan yang agak remang-remang, jadi benda-benda pahatan kayu tersebut tak terlalu menyita perhatianku. Ada sih beberapa, seperti meja kayu yang berada di dekat pintu masuk, di foto berikut di bawah ini. Yang jelas furnitur-furniturnya didominasi oleh kayu. Itulah yang menurutku membuat suasana di sini cukup tradisional, asri, dan nyaman.

meja

Sementara itu, untuk harga makanannya range-nya sekitar 40-80 ribu rupiah. Untuk minuman, kalau tidak salah rata-rata sekitar 15-30 ribu.

Malam itu, aku memesan T-bone steak dan minumannya adalah Strawberry Sensation. Dari segi rasa, untuk T-bone aku rasa cukup enak, tidak kalah dengan T-bone yang di Abuba Steak menurutku. Sementara itu, jika Anda penggemar strawberry, Strawberry Sensation benar-benar recommended buat Anda! Enak banget, jus strawberry dengan es krim rasa strawberry di atasnya. Harganya 25 ribu kalau tidak salah. Untuk yang T-bone, aku sudah lupa hehe… maklum ditraktir, jadi kurang begitu aware sama harganya :D.

T-Bone Steak

T-Bone Steak

Strawberry Sensation

Strawberry Sensation

Sirloin steak

Sirloin steak

Bagi Anda yang ingin menikmati makan malam sambil kedinginan, eh, maksudnya merasakan hawa yang sejuk, Congo Cafe & Gallery ini cukup recommended. Walaupun furniturnya didominasi kayu, tapi tempat duduknya pakai sofa kok, jadinya terasa agak angetan. Mau rombongan banyak orang pun, di sini juga difasilitasi. Kami kemarin sekitar 10 atau 11 orang bisa duduk mengelilingi satu meja.

[Kuliner] My Little Kitchen

Sudah lama nggak posting tentang pengalaman kulineran, hehehe. Kali ini kebetulan saja sempat foto-foto makanannya jadi kepikiran untuk menulisnya di blog. Selain itu, ini juga kulineran pertamaku ke restoran My Little Kitchen di jalan Setiabudi, dekat pertigaan Geger Kalong Hilir.

Jadi ceritanya malam tadi setelah acara wisudaan di kampus aku dan beberapa teman lama ingin mencari tempat makan yang enak untuk ngobrol-ngobrol lama. Maklum, sudah lama kami tidak ngumpul-ngumpul bareng karena entah sibuk dengan pekerjaan masing-masing ataupun karena memang sudah berbeda kota domisili.

Atas ide seorang teman, akhirnya kami memilih My Little Kitchen (MYLK) sebagai tempat makan tujuan kami malam ini. Kebetulan juga ada seorang teman yang mempunyai kartu member di sana. Lumayan, bisa dapat diskon hingga 15% katanya.

Bersama Wafi di Sabuga

Bersama Wafi di Sabuga

Oh ya, sebelumnya aku mau mengucapkan selamat wisuda dululah buat teman 3 tahun sekontrakan dulu, bung Wafi. Agak OOT sebentar, pada wisuda kali ini (April 2013) jumlah anggota IF dan STI ’07 yang diwisuda cuma dua orang. Wafi salah satu di antaranya. Sayang euy, tadi dia nggak bisa ikut¬†join¬†kami makan-makan karena buru-buru pulang ke Jakarta. Kok yang diwisuda malah nggak ikut nih gimana, haha. Padahal ada yang mau traktiran. ūüėÄ

Ok, balik lagi. My Little Kitchen ini tempatnya menurutku sangat nyaman. Restoran ini memiliki dua lantai. Kami tadi memilih tempat di bagian balkon lantai dua. Agak dingin sih memang berada di luar. Apalagi tadi daerah Setiabudi tengah diguyur hujan gerimis. Tapi, entahlah, aku merasa fine saja, bahkan makan jadi nikmat karena suasananya cukup dingin-dingin segar di balkon tadi.

Soal harga, dibandingkan dengan restoran-restoran steak sejenis, harganya cukup reasonable. Range-nya kalau tidak salah tadi aku lihat sekitar 20 ribu sampai 100-an ribu juga ada. Di daftar menunya diberikan penanda untuk menu-menu yang recommended. Aku pesan steak T-bone (42.500 IDR) tadi. Bukan termasuk menu yang direkomendasikan sih sebenarnya. Tapi, toh enak juga kok. Kita bisa milih sauce-nya mau yang pepper, mushroom, atau barbeque. Kentangnya pun bisa milih yang mashed atau french fries.

T-bone

T-bone

IMG_20130406_200726

Nggak terasa tadi kami nongkrong di sana sampai 2 jam lebih. Kebetulan restorannya tadi juga lagi nggak begitu ramai sih. Padahal malam minggu. Oh ya, kalau mau tahu review-review yang lain tentang My Little Kitchen, bisa baca-baca di link ini dari TripAdvisor.