Daily Archives: 19 February 2020

Olahraga atau Tidak Olahraga

Dua hari yang lalu banyak pihak dikejutkan oleh berita meninggalnya salah seorang aktor berkewarganegaraan Malaysia yang beristrikan seorang selebritis Indonesia. Mengejutkan karena meninggalnya terbilang mendadak. Apalagi beliau dikenal gemar berolahraga dan dianggap memiliki gaya hidup sehat.

Hal tersebut ternyata menjadi perhatian banyak media massa dan mungkin juga menjadi pembahasan di beberapa whatsapp group. Rata-rata mereka membahas pentingnya untuk melakukan medical check-up secara rutin karena penyakit jantung bisa dimiliki seseorang tanpa terdeteksi sejak awal.

Terkait hal itu sebaiknya kita memang mendengar orang-orang yang ahli di bidangnya. Saya sendiri tidak memiliki kapasitas keilmuan untuk membahas hal tersebut dari perspektif kedokteran atau biologi. Saya hanya ingin mengambil ibrah saja terkait hal ini.

Meninggalnya beliau kembali mengingatkan saya bahwasannya ajal masing-masing tidak ada yang tahu kapan datangnya. Alam bawah sadar kita mungkin selalu berpikir bahwa ajal sangat dekat pada mereka yang sudah tua atau yang sedang menderita suatu penyakit berat.

Nyatanya tidak dalam kejadian ini. Sang aktor tersebut bisa dikatakan masih terbilang muda. Secara fisik juga sangat segar bugar. Namun beliau ternyata mendahului mereka yang mungkin saat ini sudah berusia senja atau yang sudah menderita penyakit berat bertahun-tahun.

Namun bukan berarti mereka yang rajin berolahraga, hasil olahraganya akan sia-sia. Justru olahraga itu insya Allah adalah sebuah ikhtiar kita untuk menjaga fisik yang dikaruniai oleh Allah ini agar dapat menggunakannya untuk aktivitas yang diridloi-Nya.

Aktivitas ibadah mahdhah seperti sholat, puasa, dan naik haji memerlukan fisik yang sehat (walaupun untuk sholat bisa menyesuaikan dengan kondisi ketika sakit). Aktivitas menuntut ilmu dan mencari nafkah pun dapat maksimal ketika fisik dalam kondisi sehat.

Jangan sampai kita lengah ketika memiliki fisik sehat. Jangan sampai kita merasa kesehatan atau tubuh fit yang kita dapatkan adalah karena jerih payah kita. Apalagi beranggapan bahwa kita akan berumur panjang dengan kesehatan itu.

Naudzubillah min dzalik. Kita harus tetap ingat bahwasannya kesehatan dan badan yang fit itu adalah pemberian Allah SWT yang harus senantiasa kita syukuri.

Allah bisa mencabutnya kapan saja. Ajal pun bisa datang seketika.

Ngaprak Ngabring ke Kebun Teh Sukawana dan Curug Layung

Setelah seminggu sebelumnya ngaprak ngabring ke perbukitan di Bandung Utara atau di kawasan Dago, minggu kemarin (9/2) saya ngaprak ngabring lagi ke sisi lain kawasan Bandung. Tepatnya di Kebun Teh Sukawana, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.

Saya diajak oleh kang Ady, senior saya di Comlabs ITB dulu. Dia bersama beberapa temannya yang dikenalnya di komunitas photography Bandung yang menginisiasi acara ini. Saya jadi tamu di acara kali ini. Hehehe.

Indomaret seberang Terminal Ledeng menjadi titik kumpul kami pagi-pagi jam 6.15. Setelah semuanya lengkap, kami bersama-sama menuju ke Alfamart Kavkud Baru, Alfamart terdekat ke Villa Istana Bunga (VIB). Kami parkir sepeda motor di sana.

Setelah itu kami berjalan kaki menuju VIB. Di sana ada teman kang Ady yang sudah tiba duluan karena parkir mobil di sana.

Sebelum memulai ngaprak ngabring pagi itu, kami melakukan pemanasan dahulu. Selepas itu kami mulai jalan bareng-bareng. Saya dan kang Ady lari duluan. Sementara yang lain jalan kaki sembari sesekali berlari.

Berjalan di VIB

Ini kali pertama saya masuk ke area VIB sebetulnya. Enak juga suasananya di sana. Banyak pepohonan. Di dalam areanya juga terdapat beberapa ladang.

Continue reading