Awal Suka Pemrograman

Tiba-tiba saja ketika aku tadi tengah membaca buku Steve Jobs Stay Hungry Stay Foolish, secara random tiba-tiba aku teringat tentang hal yang membuatku memutuskan untuk masuk ke dunia informatika ini. Awal ketertarikanku dengan hal-hal berbau IT ini bermula saat aku mengenal pemrograman saat kelas X (SMA kelas 1).

Pada masa itu di kelas X aku mendapatkan pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Di semester 2 kami belajar pemrograman C++. Mula-mulai kami diberikan pengenalan mengenai apa itu algoritma dan bagaimana menyusunnya dalam sebuah diagram alir (flowschart). Setelah itu kami mendapatkan perkenalan mengenai operator-operator logika dan mulai masuk ke fungsi-fungsi di dalam C++, terutama fungsi untuk input dan output, serta matematika.

Kebanyakan program kecil yang kami buat memang berkaitan dengan matematika atau fisika. Misalnya, program menghitung arus sekunder pada sebuah trafo, program yang dapat menghitung volume/luas permukaan/total panjang rusuk sebuah prisma jajar genjang, dsb. Ya, program-program sejenis itulah.

Di kelas XI semester 1 kami masih belajar mengenai C++ (lanjutan). Hanya saja aku sudah lupa apa saja yang dipelajari di C++ “lanjutan” ini, hehe. Apa bedanya dengan yang dipelajari di kelas X. Yang jelas aku masih ingat tugas akhir semester yang aku dan kelompokku buat adalah program sederhana untuk menghitung zakat. Btw, aku masih menyimpan program-program kecil yang kubuat saat SMA itu, termasuk program yang dibuat kelompok lain.

Program Menghitung Zakat Sederhana dengan C++

Program Sederhana untuk Menghitung Zakat dengan C++

Ketika belajar pemrograman itu, entah kenapa aku bisa langsung in. Mungkin karena ketika itu memang aku suka sekali dengan hal-hal yang berhubungan dengan problem solving yang membutuhkan logika. Aku suka sekali dengan cerita-cerita detektif atau tes-tes logika lainnya.

Tantangan dalam membuat program adalah bagaimana menerjemahkan hasil pemikiran (ide) kita ke dalam bahasa yang dipahami dan bisa dijalankan oleh mesin. Makanya ketika harus mengkode hingga ratusan bahkan ribuan baris, dan setelah di-compile ternyata success, wah… that moment… benar-benar pengalaman yang menyenangkanlah ketika itu, haha. Kira-kira, meme inilah yang cocok buat ngegambarin perasaan itu, hehe:

compile success meme

compile success meme

Selain itu, ketika masa-masa itu, mengetahui program yang kita kode berhasil berjalan dengan benar sesuai keinginan kita, wah… that moment… benar-benar pengalaman yang mengagumkan. Mengetikkan suatu input pada papan ketik dan menunggu beberapa saat si program memprosesnya. Kemudian program menampilkan output yang tepat, ah… senangnya. Bagi aku yang masih pemula dalam belajar pemrograman ketika itu, sekali lagi, hal tersebut benar-benar pengalaman yang mengagumkan. Bagaimana tidak mengagumkan, itu kan sama artinya kita berhasil menjelaskan hasil pemikiran kita kepada sebuah mesin yang notabene benda mati, hehe.

Karena ingin mendalami lebih jauh mengenai hal-hal pemrograman ini, akhirnya aku pun berkeinginan untuk mengambil Teknik Informatika sebagai jurusan ketika aku kuliah kelak. Dan Alhamdulillah aku masuk ke sana. Di kuliah itu aku mendapatkan pengetahuan bahwa Informatika tak hanya sekedar pemrograman saja. Sangat luas topik-topik yang bisa dipelajari.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s