Monthly Archives: January 2012

Hari Kedua di KL: Naik LRT dan ke Petronas

Petang hari tadi menjelang pukul 6 waktu setempat, untuk pertama kalinya aku menaiki LRT (Light Rail Transit) di Kuala Lumpur sepulang Mid Valley. Aku dan Jiwo naik LRT dari stesen Abdullah Hukum menuju stesen Taman Jaya, kawasan tempat kami menginap.

Hebat juga nih LRT. Melaju di atas rel tanpa ada masinis yang mengendalikan di dalam kereta. Sepertinya semua sistem di LRT ini memang sudah terprogram oleh komputer. Atau ada operator yang mengendalikan secara remote? Kayaknya lebih masuk akal kalau memang sudah diprogram.

Touch n Go

Touch n Go

Pembelian tiket menggunakan sistem Touch n Go. Kita tinggal menentukan stasiun tujuan kita, lalu memasukkan uang sejumlah yang diminta ke dalam vending machine tempat kita membeli tiket. Setelah itu token akses masuk dan keluar stasiun serta uang kembalian pun akan diberikan.

Pengalaman pertama naik LRT ini tak berjalan mulus. Ketika kereta transit di stasiun Kerinci, terjadi masalah dalam pengoperasian LRT ini. Semua LRT terpaksa tertahan di setiap stasiun. LRT yang kutumpangi terpaksa harus tertahan selama hampir setengah jam. Oh, man … lama sekali aku harus menunggu.

Tapi anehnya, tak ada suara-suara keluhan yang kompak terdengar dari penumpang di sekitarku. Beda dengan pengalamanku tiap kali naik kereta jarak jauh di Jawa. Setiap kereta harus terpaksa mengalah dari kereta lain di suatu stasiun, pasti ada saja suara keluhan penumpang. Padahal fenomena salah satu kereta harus mengalah di sini itu sudah biasa.

Yang aku salut dari kereta dan stasiun, serta Kuala Lumpur pada umumnya, lingkungannya itu bersih. Khusus di lingkungan stasiun dan dalam LRT, ada aturan buang sampah sembarangan denda RM500. Tak tahu apakah aturan itu benar-benar ditegakkan atau tidak. Tapi lihat saja hasilnya. Namun, di beberapa tempat di Kuala Lumpur, aku masih menemukan “beberapa” putung rokok yang dibuang sembarangan.

LRT

LRT

Malamnya kami pergi lagi menumpang LRT dari stasiun Taman Jaya dekat hotel kami menginap. Tujuan kami kali ini adalah jalan-jalan ke menara Petronas (Petronas Twin Towers), artinya kami harus turun di stasiun KLCC (Kuala Lumpur Convention Center). KLCC ini antara mall, convention hall, stasiun, tempat kerja, semuanya sudah terpadu. Kami menyempatkan sholat maghrib di “surau” di mall lantai bawah. Surau ini sangat luas, sehingga mampu menampung ratusan orang jamaah di dalamnya.

Suria Mall dengan background Petronas Twin Towers

Suria Mall dengan background Petronas Twin Towers

Setelah sholat kami menuju pelataran belakang Suria Mall. Dari area itu kita dapat melihat dengan jelas menara kembar Petronas dengan foreground kolam dan Suriah Mall. Subhanallah … what a beautiful view of Petronas Twin Towers at night! Lighting dari menara ini terlihat cantik sekali di malam hari.

Menara Petronas

Menara Petronas

Banyak juga ya orang-orang yang melepas waktu di taman belakang Suriah Mall ini. Mereka duduk-duduk di padang rumput yang membentang di pinggir kolam. Suasananya memang asri dan menenangkan. Gelap malam disinari gemerlap cahaya bulan dan bintang serta lampu-lampu menara. Suara gemericik air mancur di kolam menambah suasana semakin menggalau malam itu. (eh, kok galau sih … :P)

Banyak juga ternyata orang-orang yang sengaja mengunjungi Petronas Twin Towers untuk berfoto-foto. Di antaranya ada bule-bule juga. Wah, makin marak saja suasana malam itu.

Setelah puas berfoto-foto di area sekitar Petronas, kami balik ke hotel dengan menumpang LRT lagi. Oh ya, Stasiun LRT KLCC ini berada di bawah tanah. Kita tinggal turun menyusuri mall untuk sampai di stasiun. Mirip subway gitulah :D.

Pesawat menuju Kuala Lumpur

Pengalaman Pertama Ke Luar Negeri

Dulu aku pernah menulis tentang pengalaman pertama ke pulau Sumatra. Maaf kalau kali ini postingannya terkesan agak ndeso lagi. Ya, hari ini atau sore tadi tepatnya, untuk kali pertama aku pergi ke luar negeri, yaitu ke Malaysia.

Aku pergi berdua dengan Jiwo, teman IF’07. Kami menumpang pesawat AirAsia nomor penerbangan QZ7595 dari bandara Husein Sastranegara Bandung pukul 16.15. Pesawat mengalami keterlambatan 30 menit dari yang seharusnya pukul 15.45 sudah take-off.

Pesawat menuju Kuala Lumpur

Pesawat menuju Kuala Lumpur

Penerbangan dari Bandung ke Kuala Lumpur ditempuh selama 2 jam. Mendarat di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) pukul 19.15 waktu setempat, atau sama dengan 18.15 WIB. Sampai di sana, suasananya sudah menjelang maghrib. Kami langsung mengganti kartu SIM ponsel kami dengan kartu SIM setempat. Mereknya DiGi. Harga starter pack-nya  RM 18.5.

Sebenarnya ketika mendarat di bandara KLIA, aku ingin memotret suasana bandara. Tapi ada larangan memotret area bandara. Ya sudah, tak jadi saja aku.

Dari KLIA menuju KL Sentral menggunakan feeder SkyBus yang tiketnya kami beli sekaligus dengan tiket pesawat. Jauh juga ternyata jarak dari KLIA menuju KL Sentral. Kurang lebih ada 40 menit perjalanan kami tempuh dengan bus. Selama di Malaysia nanti, kami akan stay di hotel Shah’s Village yang terletak di kawasan Petaling Jaya.

Di kawasan Kuala Lumpur (atau seluruh Malaysia?) ini ada tol dan gedung pencakar langit di mana-mana. Mirip-mirip Jakarta lah (atau Jakarta mirip KL?). Pemandangan malam itu begitu bagus. Cahaya lampu di mana-mana, perpaduan dari lampu jalan dan juga gedung-gedung pencakar langit.

Kami mampir makan malam di kawasan — sorry, aku lupa namanya — diajak oleh ‘teman’ dari Malaysia. Semacam food court gitu sih tempatnya. Insya Allah halal karena yang punya adalah orang India muslim. Tapi sempat terkejut juga sih ketika ada poster menu yang menawarkan masakan khas Jawa Timur. Jangan-jangan kokinya ada orang Indonesia juga nih. 😀

Menu Jawa Timuran

Menu Jawa Timuran

Oke, malam ini rasanya harus istirahat dulu. Tak sabar untuk menantikan esok hari untuk jalan-jalan di Kuala Lumpur melihat-lihat suasana di sana. 😀