Daily Archives: 5 June 2010

Joy Ride by KA Argo Peuyeum

Pagi ini aku bersama kedua temanku berangkat dari kontrakan sekitar pukul 7.20 menuju Stasiun Ciroyom. Kami berencana untuk jalan-jalan ke Cianjur naik kereta api lokal Ciroyom-Cianjur atau yang biasa disebut oleh masyarakat dengan nama KA “Argo Peuyeum”. Kurang tahu juga kenapa kok kereta ini dinamakan dengan “Argo Peuyeum”. Kata “Argo” itu sendiri biasa digunakan untuk nama kereta api kelas eksekutif. Sementara rangkaian “Argo Peuyeum” ini hanya terdiri atas dua gerbong kelas ekonomi yang ditarik oleh lokomotif jenis BB. Sedangkan kata “Peuyeum” mungkin diambil dari kata “Cipeyeum”, salah satu nama stasiun yang dilalui kereta api ini.

Awalnya kami kira, kami sudah tertinggal kereta karena dari informasi yang kami dapat dari salah satu forum katanya KA ini berangkat pukul 7.50. Kami sendiri sampai di Stasiun Ciroyom pukul 7.55. Ternyata rangkaian KA “Argo Peuyeum” masih stabling di jalur dua, dalam posisi siap untuk diberangkatkan. Aku pun langsung lari ke loket untuk membeli karcis. Di sana tertera jadwal keberangkatan KA Lokal Cianjur yang ternyata berangkat pukul 8.10. Murah sekali ya ternyata tiket KA Argo Peuyeum ini. Cukup Rp 1.500,- saja  sudah dapat bepergian Bandung-Cianjur.

Karcis KA Argo Peuyeum

Karcis KA Argo Peuyeum

Argo Peuyeum siap diberangkatkan dari jalur dua

Argo Peuyeum siap diberangkatkan dari jalur dua

Harus sabar memang kalau naik KA Argo Peuyeum ini. Laju KA ini rata-rata hanya sekitar 20-40 km/jam saja. Mungkin disebabkan karena harus melalui medan yang penuh tanjakan dan kondisi rel yang tidak mendukung.

Belum lagi ditambah KA yang penuh sesak oleh penumpang dan sering berhenti di “stasiun-stasiun” kecil. Stasiun yang sudah tidak aktif, seperti Stasiun Meleber (kalau tidak salah), tetap disinggahi KA ini. Padahal stasiun itu bangunannya sudah tidak terawat. Tidak ada petugas KA di sana. Selain itu juga, sekali atau dua kali KA ini tiba-tiba berhenti di tengah jalan, padahal tidak ada stasiun di sana. Ternyata ada penumpang yang mau turun di situ :D!!

Kalau dipikir-pikir, wajar saja KA ini bisa melakukan hal “seenaknya” mengingat KA ini adalah satu-satunya KA yang melintasi petak Padalarang-Cianjur (diteruskan sampai Lampegan). Jadi tidak perlu khawatir akan terjadinya persilangan dengan KA lain.

Sepanjang petak Padalarang-Cianjur itu kita dapat melihat pemandangan pegunungan yang indah dan sungai Citarum.

Panorama sepanjang perjalanan

Panorama sepanjang perjalanan

Perjalanan

Perjalanan

Melintasi sungai Citarum

Melintasi sungai Citarum

Tiba di Stasiun Cianjur waktu telah menunjukkan sekitar pukul 10.05. Perjalanan KA “Argo Peuyeum” ini tidak berhenti di sini. KA masih melanjutkan perjalanan hingga Stasiun Lampegan. Tetapi penumpang yang masih berada di dalam gerbong dapat dihitung dengan jari karena mayoritas memang turun di Stasiun Cianjur ini. Kami sendiri juga ikut turun di Cianjur. Sambil menunggu KA berikutnya yang akan berangkat pukul 13.03, kami jalan-jalan dulu di Cianjur.

Stasiun Cianjur

Stasiun Cianjur

KA melanjutkan perjalanan ke Lampegan

KA melanjutkan perjalanan ke Lampegan

Kami kembali ke stasiun Cianjur sekitar pukul 12.35. Ternyata KA sudah stand by di jalur dua Stasiun Cianjur. Padahal di GAPEKA harusnya datang di Cianjur dari Lampegan pukul 12.57. Akhirnya terpaksa menunggu lama keberangkatan KA ke Bandung dari dalam kereta. Seharusnya KA Argo Peuyeum ini pemberhentian terakhir adalah di Stasiun Ciroyom. Tetapi kami ikut meneruskan perjalanan ke Stasiun Hall Bandung karena KA ini memang akan stabling di dipo Stasiun Bandung untuk menantikan jadwal perjalanan terakhir ke Cianjur sorenya.

KA Argo Peuyeum langsir di Stasiun Hall Bandung

KA Argo Peuyeum langsir di Stasiun Hall Bandung

Advertisements

Kerja Praktek Minggu Pertama

Akhirnya sempat juga aku menulis tentang pengalaman kerja pertama ini. Jadi ceritanya pada liburan semester ini (bagi yang berlibur :D), yaitu bulan Juni-Juli 2010, aku bersama dua orang teman seangkatan di tempat kuliah, kebetulan satu kontrakan juga, yaitu Khairul dan Kamal, melakoni kerja praktek di Telkom RnD Center di Jl. Gegerkalong Hilir 47 Bandung. Rencana awal sebenarnya kami ingin kerja praktek di Telkom yang di Surabaya karena kedua temanku itu yang ingin menjajal Jawa Timur. Namun, ternyata setelah apply proposal di sana, kami mendapat balasan bahwa mereka sudah tidak menerima mahasiswa KP lagi karena sudah penuh.

Kami memulai kerja praktek di Telkom RnD itu pada tanggal 1 Juni 2010. Pada pertemuan pertama itu kami mendapatkan briefing dari pembimbing mengenai project yang akan kami kerjakan selama KP. Project itu kurang lebih intinya adalah melakukan sinkronisasi basis data address book untuk layanan SIP Phone. Pada briefing itu kami dijelaskan mengenai alur kerja bagaimana kira-kira aplikasi yang harus kami buat itu berjalan.

Setelah briefing selesai, kami diberikan kesempatan untuk mengoprek komputer server di salah satu lab (yang selanjutnya menjadi ruang kerja kami :D) yang ada di gedung tempat kami KP itu. Dalam oprek kali itu kami banyak mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru yang belum pernah kami temui di bangku kuliah. Salah satunya adalah kami berkenalan dengan eXist” XML Database.

Karena baru pertama kali ini kami bertemu dengan “eXist” XML Database, kami pun mencoba mengoprek aplikasi tersebut untuk mendapatkan pemahaman lebih dalam. Kami juga mencoba mensimulasikan alur yang telah dijelaskan oleh bapak pembimbing kami sebelumnya. Saat asyiknya mengoprek, tiba-tiba secara tidak sengaja, ada salah satu database yang terhapus karena terjadi misunderstanding mengenai fungsi button dan textfield yang ada pada aplikasi “eXist” tersebut.

Kami pun melapor kepada pembimbing kami dan meminta maaf atas kesalahan tidak disengaja ini. Beliau kemudian meminta kami untuk melakukan recovery database yang terhapus tersebut. Mengingat database ini adalah database yang akan kami gunakan untuk project KP kami, maka mau nggak mau memang database ini harus kembali lagi entah bagaimana caranya. Kalau tidak begitu, tentu project kami ini tidak dapat dikerjakan. Kami pun mencoba menelusuri seluruh file yang ada di dalam folder tempat aplikasi itu diinstall, berharap siapa tahu dalam aplikasi “eXist” ini terdapat history yang mencatat database yang pernah dibuat. Kebanyakan dari file itu adalah berupa file biner, ketika dibuka di text editor, muncul berupa karakter-karakter aneh. jadinya agak susah untuk menemukan struktur atau isi dari database yang ada.

Tak terasa hari pertama itu waktu sudah menunjukkan pukul 16.30. Kami meminta izin kepada pembimbing untuk melanjutkan pekerjaan recovery database itu esok hari. Setelah itu kami pulang. Di kos Khairul mencoba untuk menghubungi si pembuat aplikasinya langsung, yaitu Wolfgang Meier, melalui fasilitas chatbox yang telah disediakan. Saat itu, Khairul pada intinya menanyakan apakah mungkin melakukan recovery database yang sudah terhapus. Wolfgang sempat memberikan angin segar ketika menyatakan bahwa aplikasinya ada mekanisme untuk itu dengan menelusuri file dom.dbx yang ada di folder aplikasi “eXist”. Sayangnya, ternyata mekanisme itu berjalan saat database mengalami crash saja, dan dia tidak yakin kalau database yang terhapus itu bisa dikembalikan lagi.

Besoknya (hari kedua) kami mencoba lagi menelusuri file-file yang ada dengan teliti. Database memang sudah dipastikan tidak mungkin dikembalikan lagi, tetapi setidaknya kami bisa menemukan history mengenai struktur database yang hilang itu karena kami tidak ingat sama sekali.

Di tengah kami mengoprek, Bapak pembimbing kami datang kemudianmembukakan aplikasi openIMS yang memanfaatkan database “eXist” itu. Ternyata di sana terdapat skema XML dari database yang terhapus. Setelah itu dari skema XML itu kami menerjemahkannya menjadi struktur data XML. Sesudah didapatkan struktur data XML-nya, kami membuat database yang baru kemudian mengunggah contoh file XML dengan struktur data seperti yang baru saja didapatkan itu ke dalam database “eXist”. Untuk memeriksa apakah struktur data itu benar, maka kami mengujinya melalui aplikasi client dengan mencoba menambahkan teman baru kepada salah satu address book dan, alhamdulillah, ternyata berhasil. Lega, akhirnya persoalan database ini “beres” juga. Hari berikutnya, waktu KP di kantor kami manfaatkan untuk mendeploy aplikasi untuk sinkronisasi database itu.

Berdiskusi

Berdiskusi

Mengoprek

Mengoprek