Monthly Archives: January 2010

Menatap Semester Berikutnya

Wah..wah..nggak terasa udah beberapa minggu nggak nulis blog lagi. Maklum suasana hati dan pikiran lagi nggak mendukung. Akhirnya nilai semester ini tuntas keluar semua. Hasilnya? Jauh dari memuaskan. Terus terang aku agak down waktu melihat hasil semester ini. Hasilnya nggak sesuai dengan yang kuharapkan. Takut juga kalau orang tua sampai tahu hasilnya. Jelas-jelas akan mengecewakan mereka.

Sudah dua semester ini NR-ku anjlok drastis. Aku nggak tahu apakah ini berkorelasi dengan kesibukanku di luar kuliah, atau tingkat kerajinan dan intensitas belajar yang menurun, atau faktor-faktor yang lain. Yang jelas, yang dapat aku petik dari pengalaman mengecewakanku ini adalah “ketika Anda menjadi mahasiswa, maka Anda harus menjaga semangat dan kesehatan Anda”. Aku yakin hampir semua mahasiswa pasti di awal semester selalu menyusun target untuk lebih baik dari semester sebelumnya. Hal tersebut ditandai dengan rajin datang kuliah, tidak pernah terlambat, duduk di kursi paling depan, membaca textbook setiap pulang kuliah, dsb. Nah, menjaga semangat untuk melakukan itu semua perlu dibutuhkan effort tinggi. Kebanyakan bertahan paling lama sebulan. Seandainya mampu bertahan, maka harus diimbangi juga dengan menjaga kesehatan diri sendiri. Menjaga pola makan teratur, istirahat teratur, dan olahraga teratur itu hal yang penting. Itu yang pernah kualami ketika sakit di tengah semester selama hampir seminggu akibat pola makan tidak teratur. Bertepatan dengan UTS pula. Hancur lebur semua target yang kurancang.

Namun, di balik itu semua hal terpenting yang tidak boleh dilupakan adalah berdoa. Dulu aku pernah dijelaskan oleh musrif-ku bahwa niat berdoa itu semata-mata hanyalah demi ibadah kepada Allah SWT karena Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa kepada-Nya dan yakinlah bahwa Allah akan selalu mengabulkan doa kita (Al-Mukmin ayat 60). Tetapi jangan pernah kita beranggapan bahwa keberhasilan yang kita peroleh itu karena doa kita. Tapi yang kita yakini adalah bahwakeberhasilan (dan ketidakberhasilan) yang kita peroleh itu memang kehendak Allah yang terbaik untuk kita.

Makanya prestasiku yang menurun dua semester ini akan menjadi peringatan bagiku. Mungkin aku mulai lupa diri atas nikmat yang diberikan oleh Allah di semester-semester sebelumnya, sehingga intensitas ibadah menjadi berkurang. Ya Allah ampunilah hamba-Mu ini yang telah terlena akan urusan dunia… Saatnya berubah semester depan. Bukan hanya tulisan, semoga tekad ini akan terwujud tentunya dengan kehendak Allah SWT.

Belajar Bahasa Asing Menggunakan Rosetta Stone

Sudah sebulan yang lalu aku mengunduh software Rosetta Stone 3.3.5 dari salah satu FTP di kampus. Namun, baru liburan kali ini aku berkesempatan untuk mrncobanya. Rosetta Stone merupakan sebuah software untuk belajar bahasa di dunia. Banyak sekali bahasa di dunia yang tersedia di Rosetta Stone untuk dipelajari. Mulai dari bahasa Inggris, Jerman, Perancis, Rusia, Korea, Jepang, Mandarin, Arab, bahkan bahasa Ibrani pun ada.  Metode pembelajaran yang digunakan pun sangat lengkap. Mulai dari latihan mendengarkan, menulis, membaca, berbicara, kosa kata, dsb. Fitur yang paling menarik tentu saja adalah speech recognition-nya. Dengan fitur itu kita bisa melatih lidah kita untuk mengucapkan kata dengan benar sesuai dengan pronunciation seharusnya. Kita juga bisa melihat bentuk gelombang suara dari kata yang kita ucapkan dan membandingkannya dengan gelombang suara dari contoh yang benar.

Melihat gelombang suara kita

Dibutuhkan ruang kosong yang cukup besar di harddisk kita jika ingin menginstalasi software Rosetta Stone ini. Sebenarnya software Rosetta Stone ini ukurannya tidak besar, hanya sekitar 138 MB saja. Tetapi itu belum termasuk instalasi latihan bahasa-bahasa. Satu paket latihan bahasa biasanya berukuran sekitar 1 GB yang terdiri atas 3 level belajar. Tetapi yang jelas, software ini top recommended-lah buat yang mau belajar bahasa asing. Alangkah bagusnya jika kita juga melengkapi dengan buku pendukung agar belajar semakin mudah karena latihan bahasa di sini memang bisa dikatakan tidak diajarkan konsep mengenai bahasa itu sendiri, seperti grammar, dsb.

Latihan bahasa Jerman

Kerja Praktek di Mana Ya…

Kegiatan akademik-ku semester satu ini resmi berakhir sudah hari ini tadi. Event akademik terakhir yang kujalani hari ini tadi adalah presentasi tugas besar mata kuliah Sistem Informasi. Sekarang saatnya menyusun rencana untuk menghadapi semester depan. Hal yang sudah pasti harus dipersiapkan mulai dari sekarang adalah masalah Kerja Praktek (KP) yang akan dilakukan sekitar bulan Juni-Agustus.

Bulan November yang lalu aku mengikuti sharing KP dengan angkatan 2006 yang diadakan oleh HMIF. Dari situ sudah banyak mendapatkan gambaran mengenai kerja praktek itu nanti seperti apa.

Aku sendiri, bersama teman sekelompokku (di Teknik Informatika ITB kerja praktek bisa dilakukan dalam kelompok (maksimal 3 orang) maupun individu), yaitu Kamal dan Khairul, berencana untuk kerja praktek di Surabaya. Sayangnya dari sharing kemarin kebanyakan kakak-kakak angkatan 2006 lebih banyak yang melakukan kerja praktek di perusahaan-perusahaan di Jakarta, Bandung, dan Bali. Jadi, kami belum mendapatkan gambaran perusahaan apa saja yang biasanya menerima anak IF di Surabaya serta bagaimanakah proses pengajuan KP-nya.

Nah, buat teman-teman yang pernah KP di Surabaya, jika berkenan, bisa membagi pengalamannya di blog ini. Rekomendasi perusahaan apa saja yang kira-kira punya kerjaan untuk anak Informatika. Kami sendiri sudah mengantongi beberapa nama perusahaan di Surabaya yang direkomendasikan oleh salah seorang teman saya di Informatika ITS.

UAS Semester 1 Tahun Akademik 2009/2010 Telah Berakhir

Akhirnya UAS Semester 1 ini berakhir juga… Akan tetapi, UAS berakhir bukan berarti kegiatan akdemik semester ini resmi berakhir. Masih ada tugas dan presentasi yang harus dikerjakan. Fiiuuhh…

UAS semester ini memang kurasakan sebagai UAS paling susah yang pernah kukerjakan. Entah karena belajarku kurang, atau terlalu sibuk di Tokema, yang jelas aku benar-benar merasa tidak siap. Padahal kalau melihat soalnya, harusnya akan mudah kukerjakan jika memang aku bisa fokus belajar.

Yang jelas, mengenai bagaimana hasil UAS ini nantinya, aku pasrah saja. Target IP semester ini juga tidak terlalu tinggi. Sekarang saatnya menyusun kembali target semester depan. Insya Allah semester depan aku jadi mau mengambil kuliah minor Teknik Industri. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar.

Software Absensi

Sekitar sebulan yang lalu aku diminta ketua divisi-ku di Tokema untuk membuat software absensi karyawan di Tokema. Kemudian aku coba googling-googling di internet. Tidak ada contoh yang kudapat dari internet. Kebanyakan malah berisi iklan menjual software absensi, baik dengan sistem sidik jari, kartu jeglekan, dsb. kalau di ITB aku tahu ada software absensi dengan menggunakan barcode scanner, seperti yang diterapkan pada praktikum Fisika Dasar.

Pinginnya sih mencari software yang gratisan yang simpel saja. Tapi ternyata tidak kutemukan. Akhirnya aku pun mencoba membuat sendiri dulu dengan berusaha memenuhi spesifikasi yang diminta oleh kadiv-ku. Yaitu antara lain bisa memilih shift kerja, mencatat jam datang dan jam pulang, mampu menghitung akumulasi keterlambatan dan ketepatan waktu kerja, dsb. Tapi belum menyentuh ke perhitungan insentif untuk masalah kehadiran tersebut. Aku pun mencoba membuat versi awalnya (dengan menggunakan Microsoft Visual C# 2008) dan sudah diterapkan selama beberapa hari. Nah, di situ aku baru menemukan ternyata masih ada bug-nya di fungsi rekapitulasinya. Akhirnya perlu di-debugging lagi dan kalau bisa dikembangkan lagi agar lebih tepat sasaran. Berikut ini salah screenshoot dari software absensi yang kubuat.

Kalau ada masukan, kasih komen ya… Terima kasih.

Iseng-Iseng Terhadap Handphone

Sudah hampir 3 hari ini handphone-ku mati, tepatnya sejak malam tahun baru (tanggal 31 Desember 2009). Saat itu aku sedang berada di Depok, tempat tinggal Pakdhe-ku, karena sedang ada acara keluarga. Saat itu aku tidak curiga kalau handphone-ku rusak karena memang terakhir kuingat handphone-ku memang sedang low-bat. Sialnya, aku lupa bawa charger waktu itu. Charger-ku ketinggalan di kosan di Bandung.

Akhirnya aku pun baru bisa nge-charge handphone-ku sewaktu sampai di Bandung esok malamnya (tanggal 1 Januari 2010). Aku baru sadar ada masalah pada handphone-ku saat kutilik tiga jam kemudian. Handphone-ku tetap mati. Ditekan tombol “No”-nya tetap tidak mau menyala. Akhirnya ku-charge lagi besoknya sampai seharian dengan harapan siapa tahu baterainya bisa terisi lagi. Eh… Ternyata sama saja tetap tidak ada perubahan.

Minggunya aku putuskan untuk ke BEC membeli baterai baru. Siapa tahu memang baterai handphone-ku memang sudah waktunya diganti. Setelah cari sana cari sini (kebetulan tipe baterai untuk handphone-ku cukup langka) akhirnya ketemu juga. Setelah dicoba, ternyata bisa menyala… Alhamdulillah…

Sampai di kosan aku langsung nge-charge baterai baruku. Baru satu menit tiba-tiba muncul peringatan “Warning! Battery temperature over limit!”. Wah, apalagi nih… Masak baru nge-charge sebentar, belum panas lagi, sudah main over limit lagi. Padahal biasanya tidak pernah seperti itu. Kucoba biarkan beberapa saat. Kucoba tetap tidak bergeming meskipun ada peringatan seperti itu. Tiba-tiba beberapa menit kemudian handphone-ku mati. “Pet…”

Aku mulai was-was, jangan-jangan yang rusak itu ternyata handphone-ku. Aku mulai bingung nih. Takut ada sms-sms penting yang mungkin masuk ke inbox-ku dan aku tidak bisa membacanya. Senin pagi aku sudah pasrah saja, aku mau fokus ke UAS jaringan Komputer yang akan berlangsung siangnya.

Tiba-tiba saja aku terpikir ide yang agak aneh, yaitu mencoba untuk “memanaskan” handphone-ku. Aku berpikir seperti itu karena ingin menyiasati agar tidak muncul peringatan “Warning! Battery temperature over limit!” lagi. “Bagaimana mau over limit, lha suhu handphone-nya memang sudah panas.” batinku seperti itu. Aku letakkan handphone-ku di belakang laptopku, tepatnya di depan lubang pembuangan “angin panas” laptop. Sejam kemudian aku periksa handphone-ku. Alhamdulillah, aku melihat tulisan “battery charging” di layar handphone-ku… dan handphone-ku pun kini sudah bisa kugunakan kembali… 😀

Modem MOBI Pantech PX 500

Seminggu yang lalu aku jalan-jalan ke BEC dengan seorang teman untuk mencari modem. Sudah lama aku ingin memiliki modem sendiri supaya bisa internetan di kontrakan atau sewaktu balik ke Malang. Malas soalnya kalau harus ke warnet. Selain itu kalau mempunyai modem sendiri kan enak kapan saja bisa internetan. Nah, akhirnya keinginanku itu kesampaian juga minggu lalu. Kebetulan aku baru saja dapat rezeki dari kegiatanku jadi tim materi praktikum PTI di kampus. Jumlahnya lumayan.

Sewaktu jalan-jalan di BEC ternyata kebetulan sekali sedang ada diskon dari Mobile-8 untuk pembelian MOBI. Aku sendiri sebenarnya memang tertarik untuk membeli MOBI. Selain harganya cukup terjangkau olehku,juga mendapat rekomendasi dari salah seorang temanku yang sudah mempunyainya. Apalagi juga tersedia paket unlimited-nya. Akhirnya aku memilih modem MOBI jenis Pantech PX 500. Itu adalah jenis yang paling murah di antara jenis modem MOBI yang ada. Kekurangannya adalah pemakaiannya yang harus menggunakan kabel data. Berbeda dengan jenis lainnya yang memang langsung plug and play tanpa menggunakan kabel data (seperti flashdisk).

Proses instalasi modem ini ke komputer cukup mudah. Petunjuk yang ada di buku panduannya sudah sangat jelas. Tinggal mengikuti saja. Hanya saja yang kusayangkan di paket pembelian itu tidak disertakan panduan untuk menggunakan paket unlimited. Yang ada hanya bagaimana cara mendaftar untuk menggunakan paket unlimited itu. Aku pun mengasumsikan bahwa untuk koneksi menggunakan paket unlimited itu secara umum sama dengan petunjuk penggunaan paket reguler, yang membedakan hanya saat diminta memasukkan username dan password dimana user harus mengganti username dan password paket reguler dengan paket unlimited.

Aku baru menyadari bahwa asumsi yang kugunakan itu salah sewaktu mengetahui pulsaku yang terus menyusut. Ternyata proses memasukkan username dan password itu tidak akan mempan selama informasi username dan password yang telah “tertanam” di modem tersebut tidak diperbarui.

Nah, dalam tulisanku ini aku mau berbagi cara untuk dapat mengaplikasikan username dan password yang diperoleh setelah registrasi paket unlimited:

1. Copy aplikasi Mobi superbank dari CD driver MOBI ke harddisk. Nama file aplikasinya: USB_modem.exe (bisa jadi namanya berbeda dengan ini)2. Sambungkan modem ke port USB.

3. Jalankan Aplikasi Mobi Superbank, tapi sebelumnya, tutup applikasi Access Manager yang masih aktif karena Aplikasi Mobi Superbank tidak akan berjalan normal jika applikasi Access Manager tidak ditutup terlebih dahulu.

4. Setelah itu akan muncul tampilan username dan password MOBI paket reguler:

Akan muncul tulisan Ready jika aplikasi terbuka secara normal.

5. Ganti username dan password tersebut dengan username dan password yang baru, yang terdapat pada SMS dari 777 setelah registrasi paket unlimited:

6. Setelah itu klik Write to modem. Harap klik minimal sebanyak 2x.

7.Setelah itu akan muncul notifikasi Completed without errors!

8. Lihat hasil perubahannya dengan meng-klik Read from modem. Tampilannya akan seperti ini:

9. Setelah selesai melakukan perubahan, tutup aplikasi Mobi Superbank lalu jalankan kembali applikasi Acces Manager kemudian lakukan koneksi, klik Connect. sekarang kita bisa ber-internet ria =). Selesai.