Tag Archives: hati

Selama Masih Bisa Merasa Bersalah

Pernah nggak, kita melakukan kesalahan dan tahu itu salah, tapi entah kenapa kita tidak merasa bersalah? Kita merasa biasa-biasa saja. Jika terjadi demikian, mungkin ada yang salah dengan diri kita.

Bagi saya, bisa merasa bersalah adalah salah satu nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Artinya Allah masih menjaga kita di jalur yang diridloi-Nya. Kita merasa tidak nyaman dengan kesalahan yang kita lakukan dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya di kemudian hari.

Salah satu hal yang saya takutkan adalah suatu saat nikmat itu dicabut. Kesalahan yang telah menjadi kebiasaan akan berbahaya karena hati akan kehilangan sensitivitasnya dan menganggap itu bukan kesalahan lagi, walaupun akal mungkin masih mengetahui bahwa itu salah. Semoga kita terlindungi dari hal yang demikian.

*sumber gambar: WordPress Free Photo Library

Advertisements

Jika Aku Jatuh Cinta

Sebuah puisi dari Sayyid Qutb. Beliau adalah seorang ilmuwan, sastrawan, dan ahli tafsir dari Mesir yang lahir pada tahun 1906. Sedikit biografinya dapat dibaca di sini.

Puisi ini bisa menjadi semacam muhasabah atau pengingat diri ini ketika sedang jatuh cinta pada seseorang. Karena apa kita mencintai seseorang itu, bagaimana cinta kita kepadanya justru seharusnya membuat kita semakin mencintai Allah, bukan malah semakin melunturkan cinta kita pada-Nya.

Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.

Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-MU,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.

Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya.

Kekalkanlah cintanya.

Tunjukilah jalan-jalannya.

Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar.

Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

(Sayyid Qutb)

Sumber:
http://www.eramuslim.com/oase-iman/puisi-sayyid-qutb-ketika-ia-jatuh-cinta.htm