Menyeberang Suramadu Demi Bebek Sinjay

Masih seputar kuliner Surabaya. Setelah di tulisan sebelumnya saya bercerita mengenai kuliner Sambel Belut Surabaya (SBS) H. Poer, kali ini saya ingin bercerita mengenai pengalaman saya menjajal kuliner Bebek Sinjay. Bukan di Surabaya-nya sih, melainkan melipir sedikit ke pulau seberang, yakni Pulau Madura, tepatnya di Kabupaten Bangkalan.

Saya pergi ke sana berdua dengan teman saya berboncengan sepeda motor. Jaraknya dari hotel kami yang lokasinya berada di dekat Balai Kota adalah 30 km. Perjalanan kami tempuh dalam waktu 42 menit.

Kenapa mau jauh-jauh ke sana? Alasan utamanya sebenarnya karena kami ingin mencoba rasanya melewati Jembatan Suramadu, hahaha. Kebetulan kami berdua memang sama-sama belum pernah ke Jembatan Suramadu.

baca juga[Kuliner] Bebek Kaleyo Bandung

Nah, sudah jauh-jauh ke Suramadu kenapa nggak sekalian mencoba kuliner terkenal di Madura, pikir kami. Pilihan kami jatuh kepada Bebek Sinjay karena lokasinya tidak terlalu jauh dari Jembatan Suramadu.

Menyeberang Jembatan Suramadu

Menyeberang Jembatan Suramadu

Kami tiba di rumah makan Bebek Sinjay tepat jam 12 siang. Pas sekali dengan waktu makan siang.  Setelah memarkir sepeda motor kami di halaman parkir depan, kami pun melangkah masuk ke dalam.

“Buset… Ramai bener yak!” gumam saya di dalam hati. Saya saling pandang dengan teman saya. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya, seolah memberikan isyarat tidak menyangka Bebek Sinjay bakal seramai ini.

Kami melihat ada beberapa baris antrian di depan kami. Kami mencoba berjalan mengamati dinamika yang tengah terjadi. Ada banyak antrian dan kami tidak tahu harus mengantri di mana.

Antrian Bebek Sinjay

Antrian Bebek Sinjay

“Mas, ini ngantri apa ya?” tanya saya pada salah seorang yang tengah mengantri.

“Ini ngantri mau ngambil makanan mas,” jawabnya.

“Kalau mau pesen, gimana ya mas?” tanya saya lagi.

“Ngantri dulu yang di sebelah sana mas,” jawabnya sambil menunjuk ke arah antrian di sebelah.

Setelah dijelaskan itu, saya baru paham ternyata untuk memesan dan mengambil makanan di Bebek Sinjay ini kita harus mengantri dahulu. Bukannya mencari meja makan terus ada pelayan yang menghampiri. Kemudian saya pun berjalan ke kelompok antrian yang dimaksud tadi.

Antriannya lumayan panjang. Antrian untuk pemesanan ini dibagi menjadi 2 baris. Di depan saya kira-kira ada belasan orang. Itu tinggal dikali 2 saja, jadi termasuk di baris sebelah saya.

Ketika sampailah saya di barisan paling depan, ibu pencatat pesanan langsung menyambut saya dengan pertanyaan, “Berapa porsi?”

Padahal saya belum sempat melihat menunya ada apa saja. Ternyata menunya cuma ada sejenis, ya Bebek Sinjay itu. Tapi saya sempat melihat ada tulisan ati ampela di nota pesanan yang ditulis ibunya. “Oh ya Bu, tambah ati ampelanya satu porsi ya.” pintaku.

Oh ya, di notanya juga tertulis ada menu ayam goreng sih. Tapi nggak tahu apakah masih disediakan atau nggak.

Total pesanan kami habis Rp60.000 untuk berdua, yang terdiri atas 2 porsi nasi bebek, 2 minuman (es teh/jeruk), dan 1 porsi ati ampela itu. Setelah membayar, kami mendapatkan selembar nota. Nota itu harus ditunjukkan saat pengambilan pesanan makanan dan minuman.

Selanjutnya kami bergeser pindah ke antrian untuk pengambilan makanan. Untuk pengambilan makanan ini, kita dipanggil mengikuti urutan nomor yang tertera di nota. Makanya antrian di sayap ini tidak beraturan. Mau antri di posisi mana pun, yang bisa mengambil makanan adalah yang dipanggil nomornya.

Akhirnya setelah kira-kira 20-30an orang di depan saya mengambil pesanannya, tibalah giliran saya mengambil pesanan saya. Saya membawa nampan berisikan dua porsi nasi bebek dan satu porsi ati ampela menuju meja yang sudah kami amankan sebelumnya.

Meja-meja telah dipenuhi pengunjung

Meja-meja telah dipenuhi pengunjung

Perjuangan belum selesai sampai di situ. Saya bergegas kembali menuju antrian pengambilan minuman. Untungya di sini hanya segelintir saja yang mengantri. Dengan menunjukkan nota tadi saya memesan minuman. Sayangnya minuman yang tersisa tinggal es teh. Es jeruknya sudah habis. Apa boleh buat.

Alhamdulillah, setelah mengantri selama sejam, akhirnya kami bisa menikmati Bebek Sinjay ini. Yaaayy…!

nasi bebek sinjay.jpg

Nasi Bebek Sinjay

Nasi Bebek Sinjay ini ternyata disajikan dalam rupa bebek kremes. Dagingnya cukup lunak dan renyah sekali dimakan bersama kremesnya. Bau amis bebek benar-benar tidak terasa.

Tentang kremesnya, entah bagaimana kremesnya dimasak, yang jelas tidak keras seperti kremesan pada bebek atau ayam kremes pada umumnya. Rasanya sangat gurih dan cenderung asin. Tipikal kremesan pada umumnya lah ya. Sebagai penggemar masakan asin, rasanya sangat cocok di lidah saya.

Namun sayangnya, sambalnya kurang memuaskan saya. Sambalnya sendiri berupa sambal pencit (mangga muda) yang dipadukan irisan cabai. Bukan karena pencitnya, melainkan lebih karena porsi sambalnya yang menurut saya cukup sedikit. Karena itu pedasnya menjadi kurang terasa. Sebagai penikmat makanan pedas, pedasnya sambel pada sebuah lalapan itu salah satu unsur penting menurut saya untuk meningkatkan selera, hahaha.

Ati ampela Bebek Sinjay

Ati ampela Bebek Sinjay

Ati ampelanya sendiri 11-12 sama bebeknya. Dalam penyajiannya diberikan kremesan juga. Rasanya juga gurih dan renyah.

Overall rasanya enak. Cocok dengan saya. Rasanya pingin nambah bebeknya lagi. Soalnya entah kenapa porsinya masih kurang menurut saya. Padahal saya biasanya makan juga nggak banyak. Mungkin karena habis mengantri 1 jam jadi lapar banget, hahaha.

Kalau mengingat perjuangan jauh-jauh motoran dari Surabaya ke Bangkalan, lalu mengantri selama sejam sambil berpeluh keringat, mungkin sepertinya saya akan pikir-pikir kalau memang cuma khusus pergi ke sana.

Mungkin cukup mencoba cabang Bebek Sinjay yang kabarnya sudah ada di Surabaya dan Malang. Tapi entah cita rasanya bakal sama atau nggak. Well, sekarang setidaknya terjawab sudah rasa penasaran saya atas Bebek Sinjay yang fenomenal itu. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s