Air PDAM (Bag II)

Akhirnya air yang ditunggu mengalir juga…:D

Jumat, 16 Oktober 2009, pukul 03.00 awak tiba-tiba terjaga dari tidur. Awak terbangun karena mimpi dalam tidur awak yang meminta awak bangun. Sesaat itu juga awak mendengar suara bak air penuh. Kebetulan memang kamar tidur awak bersebelahan dengan kamar mandi di kontrakan awak. Langsung awak keluar menuju kamar mandi… Ternyata airnya luber. Langsung awak matikan kran PDAM di depan rumah. Alhamdulillah akhirnya airnya mengalir kembali. Awak pun nggak perlu lagi berangkat pagi-pagi ke kampus untuk BAB atau mandi. Benar-benar penantian yang panjang.

Dari kabar yang awak dapatkan ternyata penyebab air PDAM tidak menyala di daerah awak karena sedang ada perbaikan PDAM di daerah Dago selama 5 hari. Benar-benar tersiksa hidup tanpa air. Temen sekontrakan awak, Khairul, dari Bukit Tinggi, berujar bagaimana ya kondisi saudara-saudara kita yang di Padang pasca Gempa Bumi. Di sana kabarnya pasokan air bersih susah didapat karena kerusakan pipa distribusi akibat gempa. Kami menjadi benar-benar mengerti betapa berharganya air itu. Dengan air kita bisa cuci piring, cuci pakaian, membersihkan rumah, buang air, wudhu, mandi, dsb. Tanpa air, rumah bisa jadi kotor, wudhu terpaksa tayamum, terpaksa nggak mandi juga, dsb.

Selama hidup tanpa pasokan air PDAM itu, kami sekontrakan menjadi bergantung pada air hujan. Kami tampung air hujan dengan ember yang kami punya. Tapi itu nggak banyak juga didapatnya. Paling-paling air itu digunakan untuk menyiram kalo pas lagi (maaf) buang air kecil. Yah, mudah-mudahan untuk selanjutnya air lancar terus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s