Tag Archives: tweet

Link Berita 404

Cukup sering aku membuka link berita dari timeline Twitter akun-akun berita yang ku follow seperti Detik, Kompas, Republika, dsb. Biasanya dalam tweet berita itu, selain berisi judul beritanya, juga terdapat short URL link beritanya.

Tahu sendiri kan kalau akun-akun situs berita paling sering update tweet di Twitter. Nah, entah beritanya belum selesai di-publish atau manajemen short URL-nya yang kurang baik atau mungkin salah ketik linknya, beberapa saat begitu tweet dibuat dan linknya coba dibuka, eh, ternyata muncul error “Page Not Found” alias error kode 404. 🙂

Hal seperti itu tak jarang aku temui. Sampai-sampai aku sering iseng menghitung berapa lama jarak antara “page not found” itu hingga akhirnya link berita itu eksis. Ada yang selang waktunya kurang dari 1-2 menit, ada yang setengah jam masih belum up juga linknya, bahkan ada yang sampai detik ini.

Ini beberapa sampel tweet yang menyertakan link berita 404 hehe:

Tweet dari Detik

Tweet dari Detik

Tampilan page-nya setelah dibuka linknya:

Page Not Found

Page Not Found

Untuk berita yang ini, sekitar 1-2 menit kemudian setelah tweet-nya baru up linknya.

Tweet dari Kompas

Tweet dari Kompas

Tampilan page-nya setelah dibuka linknya:

Page Not Found

Page Not Found

Nah, kalau untuk berita yang satu ini, sampai sekarang pun masih belum up linknya.

Well, Mungkin nggak cuma saya saja yang memperhatikanBarangkali Anda pun juga demikian. 😀

Infographic Profil Twitter

Jadi ingin ikutan bung Rizky mencoba aplikasi infographic profil Twitter yang disediakan oleh Visual.ly. Aplikasi ini mencoba menganalisis seperti apakah diri kita dari tweettweet kita. “You are what you tweet,” katanya. Inilah beberapa hasil duel graph twitter antara aku dan dua orang temanku.

1. aku vs fikranfu

2. aku vs lisaayuw

Hmm.. masih penasaran bagaimana cara kerja aplikasi ini dalam melakukan analisis. Masa’ aku dibilang tipe “politician”. Padahal rasanya jarang sekali ngetweet yang berbau politik. Kalau mau jujur, harusnya saya termasuk kategori football fan karena sering ngetweet hal-hal berbau sepak bola.

Atau mungkin tweet-tweet yang bisa dianalisis secara akurat adalah tweet kita yang diketik dalam bahasa Inggris saja :?:. Dugaanku sih bahasa Indonesia belum di-support secara penuh, atau bahkan tidak sama sekali. Soalnya kata-kata seperti “yang”, “nggak”, “di”, “ya”, “dan” kok bisa termasuk topic yang sering ku-tweet. Harusnya kata-kata itu kan termasuk stopwords (kata-kata yang bisa diabaikan karena tidak punya makna penting dalam kalimat). Kelihatan sekali kalau kata-kata yang masuk dalam hot topic kita itu adalah yang paling sering kemunculannya. Hmm… teuing ah … :mrgreen: