Tag Archives: jogjakarta

Selamat Datang di Pantai Drini

Main ke Pantai Drini

Masih seputar objek wisata di Jogjakarta. Jadi ceritanya, seusai cave tubing di Goa Pindul, aku dan teman-teman kantor beranjak ke arah selatan Kabupaten Gunungkidul. Tujuan kami adalah pantai-pantai cantik yang berderet-deret di selatan Gunungkidul itu. Yup, sebagai kawasan yang berbatasan langsung dengan laut selatan, Kabupaten Gunungkidul memang mempunyai obyek wisata pantai yang melimpah.

Jarak sekitar 32 km kami tempuh dalam waktu kurang lebih 45 menit dengan mobil. Tiket masuk dihitung Rp10.000 per orang. Tiket tersebut sudah mencakup seluruh pantai di kawasan tersebut, meliputi Pantai Baron, Pantai Kukup, Pantai Drini, Pantai Krakal, Pantai Sundak, Pantai Indrayanti, dst. Jarak antar pantai tersebut memang terbilang dekat bila ditempuh dengan kendaraan. Waktu sehari jelas tak akan cukup untuk menjelajahi dan menikmati seluruh pantai tersebut.

Tujuan pertama kami adalah Pantai Indrayanti. Nama “resmi” Pantai Indrayanti ini sebenarnya adalah Pantai Pulang Syawal. Namun nama Indrayanti jauh lebih populer dan lebih sering disebut daripada Pulang Syawal.

Siang menjelang sore itu Pantai Indrayanti cukup ramai. Padahal hari itu adalah hari Senin dan buka musim liburan. Ternyata ada rombongan bus besar yang sedang berwisata ke sana. Kami pun beranjak pindah ke pantai lainnya.

Secara random bagaimana ceritanya tiba-tiba kami memilih Pantai Drini. Mungkin karena ada baliho yang menampilkan kecantikan Pantai Drini di dekat-dekat situ.

Selamat Datang di Pantai Drini

Selamat Datang di Pantai Drini

Beruntung sekali kami sore itu ternyata Pantai Drini ini tengah sepi. Hanya segelintir orang saja yang berwisata ke sana. Kebanyakan malah penduduk lokal yang sedang memanen rumput-rumput laut yang berada di antara karang-karang di pinggir pantai ini. Sore itu air laut sepertinya memang tengah surut. Karang-karang pantai pun menyembul ke permukaan.

Di sepanjang bibir Pantai Drini ini memang terbentang bebatuan karang datar. Di sana terdapat beberapa biota laut yang menarik untuk dilihat. Namun, bermain-main di karang-karang laut itu kita perlu hati-hati. Jangan sampai kita menginjak bulu babi yang banyak bermukim di sana.

Di Pantai Drini ini juga terdapat dua bukit, masing-masing di sisi kanan dan kirinya. Sayang aku hanya sempat berkunjung ke bukit di sisi kanan (sebelah barat) saja. Sore itu hujan terburu turun. View dari atas bukit ini sangat indah. Harus dicoba! Sayang cuacanya waktu aku ke sana sudah mendung. Langit sudah agak gelap. Di balik bukit karang itu juga terdapat area pantai yang lebih lebar dan sepi. Kami sempat bermain-main di sana.

Sembari menunggu hujan, kami berteduh di salah satu gazebo. Kami membeli kelapa muda di salah satu warung milik warga yang berada di dekat gazebo itu. Alhamdulillah, pas ketika kami selesai minum air kelapa muda, tak lama kemudian hujan pun mulai reda. Setelah itu, kami ambil foto bersama beberapa kali di Pantai Drini ini kemudian kembali ke mobil dan balik ke Kota Yogya.

Foto bersama sebelum pulang

Foto bersama sebelum pulang

Cave Tubing di Goa Pindul

Senin lalu (17/3) aku bersama teman-teman kantor berlibur ke Jogja. Salah satu objek wisata yang kami tuju adalah Goa Pindul. Goa Pindul berlokasi di Desa Bejiharjo, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Untuk mendapatkan lokasi yang lebih akurat lagi, bisa menggunakan GPS dengan memasukkan titik koordinat -7.928505,110.647902.

Sehari sebelum ke sana aku mencoba menghubungi salah satu contact number pengelola (atau agen?) wisata Goa Pindul ini sesuai yang tertera di website goapindul.com via SMS. Aku juga sempat menginvitasi BBM-nya. Namun, respon SMS-nya ternyata lebih cepat. Aku bertanya bagaimana mekanisme untuk reservasinya dan dibalas untuk datang saja langsung ke lokasi besoknya tidak perlu melakukan reservasi.

Sepertinya memang lagi low season jadi tidak masalah untuk tidak reservasi. Namun, apabila pengunjungnya sangat ramai, sang contact person bilang bahwa rombongan kami akan mendapatkan prioritas. Yang jelas aku sempat bertukar SMS beberapa kali. Contact number yang tertera di website tersebut cukup responsif menjawab pertanyaanku.

Berangkat ke Goa Pindul

Hari Senin-nya kami berangkat dari hotel kami yang berada di Jalan Pasar Kembang, Yogya, menuju Desa Bejiharjo pukul 9 pagi. Kami mengendarai mobil menuju ke sana. Kami mengambil rute Yogyakarta – Jalan Raya Wonosari – Piyungan – Bukit Patuk – Hutan Bunder – Jalan Raya Wonosari (Patuk-Playen).

Ketika tengah berada di Bukit Patuk tiba-tiba aku ditelepon oleh contact number yang sehari sebelumnya kuhubungi. Beliau menanyakan posisi kami sudah sampai di mana. Beliau mengatakan bahwa perwakilan mereka nanti akan menunggu di SPBU pertama yang berjarak 500 meter dari tulisan “Selamat Datang di Kota Wonosari”. Perwakilan itu yang akan memandu kita untuk jalan menuju Desa Bejiharjo-nya.

Mereka merasa harus jemput bola agar kami tidak kena calo. Di sepanjang Jalan Raya Wonosari menuju Goa Pindul ini banyak sekali tempat yang memasang baliho semacam “Pusat Informasi Goa Pindul”, “Goa Pindul Lewat Sini”, dll. Yang jelas itu bukan resmi dari pengelola Goa Pindul-nya.

Tiba di sekretariat objek wisata Goa Pindul

Kami tiba di sekretariat objek wisata Goa Pindul setelah menempuh perjalanan +- 43 km selama kurang lebih 1,5 jam. Sesampainya di sana kami langsung berganti pakaian untuk basah-basahan. Setelah itu kami berkumpul di sekretariat.

Sekretariat objek wisata Goa Pindul

Sekretariat objek wisata Goa Pindul

Pilihan paket wisata

Pilihan paket wisata

Di sana kami mendapatkan penjelasan oleh perwakilan pengelola mengenai paket-paket wisata apa saja yang ada di sini. Yup, selain Cave Tubing Goa Pindul, masih ada dua paket wisata lain yang disediakan, yakni River Tubing Kali Oyo dan Caving Goa Gelatik. Tiap paketnya memiliki harga yang berbeda. Kami memilih Cave Tubing Goa Pindul karena memang sejak awal ingin menjajal cave tubing di sana. Kami mendapatkan pengarahan mengenai aktivitas cave tubing di Goa Pindul ini.

Setelah selesai pengarahan, kami menuju tempat registrasi. Rombongan kami berjumlah 10 orang plus 1 balita berusia 3 bulan. Sebenarnya ada 1 orang lagi, tapi beliau tidak ikut karena sedang hamil. Sebenarnya wanita hamil aman-aman saja kata mas pemandunya. Sebelumnya ada yang sudah pernah juga. Kami membayar biaya Rp 30 ribu/orang. Balita tidak ikut dihitung. Kalau kita sempat perhatikan, di website tertulis biaya Rp 35 ribu/orang. Itu adalah biaya jika kita mendaftar melalui calo. Dan faktanya Continue reading