Monthly Archives: September 2022

DNF di MSC116 – 55K (Part 2-Tamat)

Menjelang Start

Tepat pada pukul 10 malam saya berangkat jalan kaki dari area camping ground menuju lokasi start. Jaraknya sekitar 350 meter saja. Sesampainya di area start saya melakukan pemanasan sendiri terlebih dahulu. Mumpung masih ada banyak waktu sebelum race dimulai.

Sekira 20 menit sebelum start saya bersiap-siap di belakang garis start bersama pelari-pelari yang lain. Tak lama kemudian, tepat pukul 11 malam, race pun dimulai. Total menurut catatan panitia ada 185 pelari yang melakukan start malam itu.

Menjelang start MSC116 2022 kategori 55K

Garis Start-Pondok Welirang

Pada event MSC116 ini peserta memulai lari dari garis start yang berada di ketinggian 763 MDPL. Titik cut-off time (COT) pertama untuk kategori 55K ini berada di WS Pondok Welirang yang berada di ketinggian 2.534 MDPL dengan jarak tempuh 9K dari garis start.

Waktu cut-off time (COT) yang diberikan oleh panitia adalah 4 jam 50 menit. Cukup lama bukan? FYI, untuk event 10K di medan road, biasanya COT yang diberikan hanya sekitar 1,5-2 jam saja. Sangat jauh selisihnya. Waktu COT yang lama itu menunjukkan bahwa rute menuju Pondok Welirang ini memang memiliki tingkat kesulitan yang tidak main-main.

Walaupun medannya mayoritas berupa tanjakan, dalam rute menuju WS Pondok Welirang ini treknya kebanyakan masih bisa dipakai lari. Ada sejumlah ruas yang jalurnya cukup landai. Ada sedikit turunan juga. Tanjakan tercuram pada jalur ini yang tercatat pada Strava saya adalah 48%.

Saya tiba di WS Pondok Welirang pada pukul 02:34 dini hari. Sementara itu, menurut catatan panitia di sini, peserta pertama yang sampai di WS Pondok Welirang berhasil menempuh dalam waktu 1 jam 55 menit. Artinya catatan saya hampir 2 kali lipat dari catatan waktu peserta pertama tersebut 😂. Saya sendiri berada di urutan 98 yang check-in di WS Pondok Welirang itu.

Di WS Pondok Welirang

Pondok Welirang-Puncak WelirangSadelan

Dari Pondok Welirang saya lanjut berlari kembali menuju Puncak Gunung Welirang. Treknya tentu saja masih menanjak.

Dalam perjalanan ke Puncak Gunung Welirang ini saya mulai diserang rasa kantuk. Selain karena sebenarnya ini sudah lewat dari jam biologis tidur saya, mungkin juga karena disebabkan saya yang mulai melambat sehingga menurunkan adrenalin saya.

Continue reading