Alhamdulillah Sah! (Part 1 – Menuju Perkenalan)

Tak terasa sudah 3 bulan lebih saya telah menjadi suami orang ๐Ÿ˜…. Sudah dari lama saya sebenarnya ingin menulis tentang peristiwa bersejarah bagi saya ini, namun bingung juga harus memulai dari mana, haha.

Bulan Desember kemarin alhamdulillah saya telah sah menikah dengan seorang perempuan yang juga merupakan adik tingkat saya ketika kuliah S1 dulu. Walaupun kami berkuliah di kampus dan jurusan yang sama, kami tidak pernah saling mengenal ketika itu. Jangankan kenal, tahu saja tidak. Mungkin karena angkatan kami terpaut 3 tahun.

Ketika dia baru masuk kuliah jurusan di tahun keduanya, saya mulai masuk ke tahun kelima di mana saya tengaj berkutat dengan tugas akhir (TA). Saya juga sudah jarang sekali ke kampus, apalagi saya sempat cuti di semester 9.

Bisa dibilang saya baru berkenalan secara ‘resmi’ dengan dia pada awal bulan April 2021 lalu, beberapa hari sebelum memasuki bulan Ramadan. Setelah 9 tahun lulus kuliah (ya saya sudah tua ๐Ÿ˜‚), saya baru mengenalnya.

Namun jika diingat-ingat kembali, saya pertama kali mengetahui eksistensi dia mungkin sekitar pertengahan 2019. Ketika itu salah satu twitnya melintas di linimasa saya. Saya tak ingat pasti bagaimana. Sepertinya twitnya muncul karena ada salah seorang following saya yang me-retweet, menge-like, atau me-reply twitnya.

Dari Twitternya itu saya kemudian tahu ternyata dia suka menulis blog juga. Ketika itu ada beberapa tulisan yang dia share di Twitternya. Namun ketika itu saya sebatas follow akun Twitter dan blognya saja. Life goes on as usual. Tidak ada komunikasi dengan dia ketika itu.

Pada bulan Agustus 2019, qadarallah adik saya berpulang ke rahmatullah. Momen tersebut termasuk yang life changing juga bagi saya. Banyak sanak saudara yang datang takziah ke Malang.

Ketika bercengkerama dengan mereka, biasalah, terjadilah beberapa obrolan mengenai kehidupan masing-masing juga. Saya ditanya soal kapan akan menikah, sudah ada calon atau belum, apa mau dikenalkan, dan lain sebagainya. Saya menerima beberapa nasehat agar jangan menunda-nunda, dan beberapa nasehat lainnya.

Beberapa tetangga bahkan ada juga yang turut menyumbangkan nasehat tentang hal serupa ketika mereka bertakziah, hingga akhirnya membuat saya merenung juga. Sebelum itu bisa dibilang saya memang memiliki beberapa perasaan insecure yang membuat saya ragu-ragu untuk melangkah. Dan saya merasa kurang ikhtiar juga sepertinya.

Ada kejadian lucu dan sempat membuat saya panik juga. Suatu pagi, saya lagi duduk-duduk mengobrol dengan budhe dan pakdhe saya. Pakdhe saya tahu dari ibu saya bahwa ada tetangga yang pernah ingin menjodohkan anaknya dengan saya. Lalu pakdhe saya sampai bilang begini ke saya dengan nada yang serius, “Yo wis koen saiki siap-siap, mengko awan ta’terno nang omahe.”

Kaget juga dengan respon pakdhe saya ketika itu ๐Ÿ˜…. Cuma ketika itu saya bilang ke beliau saya masih ingin usaha mencari sendiri dulu.

Walaupun demikian nasehat-nasehat yang saya terima ketika itu memang benar-benar kepikiran oleh saya. Saya mencoba tidak overthinking sebelum melangkah. Yang penting ikhtiar dulu, sembari menyiapkan mental untuk menerima apapun hasilnya.

Singkat cerita, sebelum akhirnya berkenalan dengan dia pada April 2021 itu, saya sempat beberapa kali melakukan proses taaruf. Ada 4 kali. Dua di antaranya tidak sampai bertemu karena gayung tak bersambut. Dua lainnya saya sudah sampai di tahap datang ke rumah orang tuanya. Namun ternyata dari beberapa proses yang telah dilalui tersebut belum ada yang berjodoh.

Setelah itu saya belum ada referensi lagi. Sampai suatu saat saya mengetahui dia ternyata lagi berada di Bandung. Kebetulan kami saling follow dan berada di grup lari alumni juga di Strava. Dari postingan larinya di Strava itu saya tahu bahwa dia lagi di Bandung.

Ketika itu saya berpikir, apa coba berkenalan saja dulu, siapa tahu berjodoh. Cuma saya masih bingung juga ketika itu bagaimana agar bisa berkenalan dengan dia wwkwk. Walaupun satu almamater, tapi kami tidak ada mutual friend yang benar-benar dekat dengan kami berdua.

Akhirnya suatu hari di akhir Desember 2020, saya iseng mencoba lari pagi di rute yang biasa dia lalui. Siapa tahu ketemu dia di jalan, jadi ada alasan untuk menyapa ๐Ÿ˜‚.

Sayangnya sepanjang berlari itu saya tidak melihat dia di rute yang saya lalui. Tapi tak disangka ternyata dia memberikan komentar di postingan Strava saya menanyakan apakah saya pagi itu lari memakai baju Code Runner (nama grup lari ikatan alumni jurusan kami). Ternyata dia sempat melihat saya.

Dalam hati seneng juga saya di-notice sama dia. Wkwkwk. Saya pun membenarkannya. Tapi interaksi kami sebatas itu saja. Tidak ada komunikasi lebih lanjut setelah itu.

Kebetulan juga saat itu saya sudah terlanjur berencana pulang kampung dalam waktu yang cukup lama karena kantor memutuskan untuk kembali WFH sampai batas waktu yang belum ditentukan. Mungkin karena saya belum tahu kapan akan kembali ke Bandung lagi jadi, saya memutuskan untuk tidak mencoba memulai pendekatan dengan dia.

Pada bulan Februari 2021saya memutuskan untuk kembali ke Bandung. Suatu hari di bulan tersebut dia pernah post story di IG dia lagi jalan-jalan di Taman Hutan Rakyat (Tahura) Djuanda. Saya untuk pertama kalinya mencoba komen di story-nya itu. Deg-degan juga rasanya. Dibalas sih sama dia. Tapi kami ngobrol singkat saja tentang Tahura. Setelah itu tidak ada komunikasi lagi.

Kemudian suatu hari saya mencoba lari pagi kembali di rute yang sebelumnya pernah saya coba. Saya berpapasan lagi dengan dia. Tapi saya tetap berlari karena saya tidak yakin apakah itu dia yang saya lihat. Sebab dia pakai masker ketika itu dan kami memang belum pernah bertemu secara langsung di dunia nyata sebetulnya.

Usai lari saya komentar di postingan Stravanya menanyakan apakah ia tadi lari pakai jilbab warna krem. Ternyata benar. Ia juga melihat saya sebetulnya. Tapi kami sama-sama tetap berlari biasa. Wkwkwk. Setelah itu masih tidak ada komunikasi lebih lanjut di antara kami.

Sekitar pertengahan Maret 2021 saya kembali lagi ke kampung halaman. Rencana awalnya saya akan terus WFH di kampung sampai lebaran. Namun awal April 2021 ternyata qadarallah saya mendadak harus ke Bandung lagi karena harus ketemu klien di site.

Mundur sedikit beberapa hari sebelumnya, ketika masih di kampung halaman, saya sempat membaca twitnya yang bercerita tentang percakapannya dengan ibu temannya di Bandung. Ibu temannya itu bertanya ke dia kapan nikah, dan dia membalas karena masih pandemi ini dia selalu WFH dan jarang bertemu siapa-siapa. Dari twit tersebut saya jadi tahu dia ternyata juga belum ada calon.

Dua hari setelah balik ke Bandung itu saya mencoba memulai komunikasi lagi dengan dia via komentar di blognya dan DM Instagram. Saya masih ingat betul saat itu adalah malam Sabtu, 3 hari menjelang bulan Ramadan. Ketika itu saya komentar di IG story-nya yang isinya berupa poster acara yang diadakan oleh kantornya.

Saya melempar beberapa pertanyaan untuk memulai pembicaraan terkait dengan kantornya itu. Dia menjawab pertanyaan saya tersebut. Namun setelah itu percakapan di DM sempat berhenti.

Saya sudah terpikir untuk tidur juga karena sudah malam. Namun ternyata dia melanjutkan percakapan lagi dengan balik bertanya tentang saya. Dari situ percakapan kami pun berikutnya mengalir terus. Jadi jika diingat-ingat lagi, malam itu lah sepertinya bisa dibilang kami baru benar-benar saling berkenalan. (Bersambung)

7 thoughts on “Alhamdulillah Sah! (Part 1 – Menuju Perkenalan)

  1. DJ

    Hahaha yeayyy finally…

    Alaaa tak habis plak…ada sambung-sambung lagiii…hehehe best nya main usha di media sosial je ya. Di media sosial saya ternyata ramai lelaki muda…gi mana ya? Hahahaha…

    Like

    Reply
      1. DJ

        Hahaha tak tau lah Dhito.

        Tak tahu nak cuba yang mana. Ovethinking juga buat kita stuck kan. Kena buang yg itu dulu kot hehehe…

        Cepat part 2 nya. Saya tungguuuuu…

        Like

        Reply
        1. otidh Post author

          Nah iya DJ.. semakin difikirkan, semakin membuat kita merasa anxiety, jadi tak bergerak-bergerak. ๐Ÿ˜…

          Olrait DJ.. ini tengah disusun part 2 nya.. hehe

          Like

          Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s