Puncak Gunung Tangkuban Perahu

Trekking Kebun Teh Sukawana-Puncak Gunung Tangkuban Perahu

Minggu lalu saya bersama dua orang teman melakukan trekking dengan start dari Kebun Teh Sukawana (Google Maps di sini). Tujuan kami adalah Puncak Gunung Tangkuban Perahu (Google Maps di sini).

Kami meetup di Yomart Ledeng sekitar pukul 5.40 pagi. Setelah itu kami langsung tancap gas menuju Kebun Teh Sukawana melalui Jl. Sersan Bajuri. Tepat di Kimia Farma Parongpong, kami belok kanan menuju Jl. Sukawana.

Jl. Sukawana ini jalannya tidak rata dan berbatu-batu. Jadi tidak bisa kencang-kencang ketika berkendara di sini. Diperlukan kesabaran dan kehati-hatian ketika melintasi jalan ini.

Tujuan kami adalah Warung Ibu Onah yang berada di area Kebun Teh Sukawana. Kami menitipkan sepeda motor kami di warung tersebut dengan tarif Rp5000.

baca juga: Ngaprak Ngabring ke Kebun Teh Sukawana dan Curug Layung

Setelah itu kami bersiap-siap untuk memulai trekking. Tak lupa kami pemanasan dahulu. Jam menunjukkan tepat pukul 6.30 ketika kami memulai trekking.

Cuaca pagi itu cukup mendung. Sehari sebelumnya sempat hujan juga. Jadi kondisi tanah masih cukup basah. Tapi tidak sampai yang becek juga.

Trekkinng di tengah Kebun Teh Sukawana

Kami berjalan kaki menikmati segarnya udara pagi itu serta pemandangan Kebun Teh Sukawana yang ijo royo-royo. Sesekali kami berlari juga. Tapi lebih banyak jalan kaki sih. Hihihi.

Kalau saya ingat-ingat kembali, ini kali pertama saya jalan-jalan ke alam lagi semenjak pandemi ditetapkan bulan Maret yang lalu. Event Mantra Sky Race 3 di Gunung Welirang adalah momen terakhir saya jalan-jalan ke alam sebelum pandemi ini.

baca juga: Lari Naik Gunung Welirang di Mantra Skyrace Seri 3

Teman saya, kang Ady, dia menjadi guide yang menunjukkan rute kami saat itu. Kang Ady ini boleh dibilang memang seorang Bandung explorer lah hehe. Sudah banyak tempat di Bandung yang dia jelajahi.

Kang Ady mencarikan jalur shortcut yang lebih pendek. Kalau mengikuti jalan berbatu di kebun teh, sebenarnya bisa saja. Tapi jalannya berkelak-kelok sehingga lebih panjang.

Trekking di tengah hutan

Checkpoint pertama yang kami tuju saat itu adalah Tower TVRI. Kami berfoto-foto di sana. Dari sana kita bisa melihat pemandangan Lembang dan Gunung Burangrang.

Gunung Burangrang tampak dari Tower TVRI Tangkuban Perahu

Dari Tower TVRI kami melanjutkan trekking kembali ke Puncak Tangkuban Perahu. Dari Tower TVRI ini sudah tidak jauh. Hanya sekitar 800 meter saja. Patokannya nanti begitu ada pertigaan, kita belok kanan. Di pertigaan itu ada mamang yang jualan gorengan dan minuman. Setelah itu tinggal lurus saja.

Daaaann.. sampai juga kami di tempat tujuan trekking kami pagi itu, yakni Puncak Gunung Tangkuban Perahu. Ini kali pertama saya ke sana. Dari puncak tersebut kita bisa melihat Kawah Upas yang menganga lebar di bawah sana.

Kawah Upas, Gunung Tangkuban Perahu

Masya Allah… pemandangannya sangat cantik sekali. Sungguh memanjakan mata. Sudah lama sekali saya tidak ke Tangkuban Perahu. Terakhir — dan satu-satunya kunjungan saya sebelum ini — adalah ketika masa kuliah dulu.

baca juga: Jalan-Jalan ke Tangkuban Perahu

Alhamdulillah cuaca cerah walaupun sempat mendung paginya. Namun di puncak ini tengah bertiup angin kencang saat itu. Suara hembusannya bahkan terdengar cukup nyaring.

Di kejauhan kita bisa melihat deretan warung-warung yang berada di kawasan objek wisata Gunung Tangkuban Perahu. Dari Puncak ini kata kang Ady sebenarnya ada jalan menuju kawasan wisata tersebut. Tapi hitungannya ilegal kalau lewat jalur ini.

Di kawasan Puncak Tangkuban Perahu ini ada beberapa orang yang mendirikan tenda. Mereka camping sejak malam sebelumnya.

Selain kami dan orang-orang yang camping tersebut, ada juga wisatawan lain yang datang rombongan ke sini dengan menumpang mobil Jeep. Rupanya Puncak Tangkuban Perahu ini memang populer juga sebagai view point untuk melihat sunrise.

Saat sunrise biasanya ramai juga wisatawan yang berkunjung ke sana. Bahkan tak jarang ada open trip untuk melihat sunrise dari Puncak Tangkuban Perahu ini.

Sekitar pukul 9 kami turun dari puncak. Dalam perjalanan turun itu kami mampir dulu di warung mamang yang berada di pertigaan belokan ke puncak tadi.

Setelah puas mengisi perut dengan gorengan dan lontong isi yang dijual di warung mamang tersebut, kami kembali trekking turun ke Kebun Teh Sukawana. Kali ini lumayan lebih banyak larinya karena jalurnya turun. Hehehe.

Di perjalanan turun ini kami beberapa kali kami berjumpa dengan para pesepeda. Rupanya jam segitu banyak yang datang di Kebun Teh Sukawana ini dengan tujuan yang sepertinya sama, yakni Puncak Tangkuban Perahu. Tak sedikit juga yang trekking dengan berjalan kaki.

Rute turun kami kali ini sedikit berbeda dari waktu keberangkatan tadi. Kami mengikuti jalur downhill sepeda Sukawana Bike Park. Rute ini berujung di area camping ground Sukawana.

Dari camping ground tinggal dekat saja jalan kaki menuju Warung Ibu Onah. Total jarak trekking yang kami tempuh menurut catatan Strava saya adalah hampir 11 km (link rute ada di sini). Lumayan juga ya tidak terasa.

Rute trekking yang terekam di Strava

Di Warung Ibu Onah kami istirahat sejenak sembari minum teh. Kemudian sekitar pukul setengah 11 kami pulang kembali ke Bandung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s