Naik Pesawat dari Bandara Kertajati

Pada malam Idul Adha pekan lalu untuk pertama kalinya saya mencoba naik pesawat dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). Nama resminya memang BIJB, tapi bandara ini juga dikenal dengan panggilan Bandara Kertajati karena lokasinya yang berada di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Bahkan bus Damri yang melayani trayek Bandung-BIJB lebih memilih nama Bandara Kertajati untuk disematkan di papan nama jurusan yang dipasang di kaca depannya.

Pada bulan Agustus ini, kebetulan AirAsia baru saja membuka rute baru Kertajati (KJT)-Surabaya (SUB). Harga yang ditawarkannya masih harga promo, yakni sebesar Rp380 ribu untuk KJT-SUB dan Rp400 ribu untuk SUB-KJT. Jauh lebih murah daripada harga tiket kereta api eksekutif yang umumnya sekitar Rp500 ribu.

Untuk transportasi Bandung-Bandara Kertajati saya menumpang bus Damri. Bus Damri ini berangkat dari pool Damri yang berada di Jalan Kebon Kawung, persis di depan Stasiun Hall Bandung.

Bus Damri parkir di Pool Damri Jl. Kebon Kawung, Bandung
Loket dan ruang tunggu penumpang Pool Damri Jl. Kebon Kawung, Bandung

Sekadar informasi, saat ini bus Damri Bandung-Kertajati masih dalam masa promosi lho. Calon penumpang pesawat cukup menunjukkan tiket pesawatnya kepada petugas loket untuk mendapatkan tiket bus Damri gratis ke Bandara Kertajati.

Sebelum ini, dari salah satu artikel yang pernah saya baca (salah satunya di sini), saya mendapatkan informasi bahwa promosi ini sebenarnya hanya berlangsung selama bulan Juli saja. Namun, saya cukup terkejut ketika dikasih tahu oleh petugas loketnya bahwa tiket Damri-nya masih gratis.

Belakangan saya cek ternyata ada juga artikel lain yang menyebutkan promosi Damri gratis ini akan berlangsung selama setahun. Petugas loketnya juga sempat saya tanya, katanya setidaknya sampai akhir tahun Damri yang melayani Bandung-Kertajati ini masih tetap gratis.

Mengenai jadwal perjalanannya, menurut info yang saya dapatkan dari akun instagram Damri dan Bandara Kertajati, keberangkatan bus Damri dari Bandung tersedia mulai dari pukul 02.00 hingga 18.00 setiap 2 jam sekali. Sementara untuk arah sebaliknya, dari Kertajati tersedia mulai dari pukul 07.00 hingga 23.00.

Karena jadwal keberangkatan pesawat saya adalah pukul 20.10, saya memilih untuk naik bus Damri dengan keberangkatan pukul 16.00. Alhamdulillah perjalanan lancar. Bus yang saya tumpangi tiba pukul 18.30. Normalnya memang perjalanan Bandung-Kertajati via tol Pasteur dan Cipali ini memakan waktu sekitar 2,5 jam.

Penumpang yang naik bus Damri ini tidak banyak juga. Mungkin tidak sampai setengah kapasitas bus ini yang sebanyak 39 kursi.

Bus Damri tiba di terminal keberangkatan Bandara Kertajati

Malam itu di Bandara Kertajati hanya ada 2 penerbangan tersisa. Sebenarnya ada satu penerbangan yang lain lagi oleh maskapai Citilink, tapi dibatalkan.

Saya pikir semenjak banyak penerbangan domestik dari Bandara Husein Sastranegara Bandung (BDO) dipindahkan ke Kertajati, suasana Bandara Kertajati akan menjadi ramai. Namun ternyata tidak begitu juga. Di bandara sebesar itu, jarang sekali saya menjumpai orang. Selain itu, masih banyak ruang kosong juga.

Namun pengalaman saya ini mungkin tidak sepenuhnya akurat karena saya datang pada malam hari di mana hanya ada 2 penerbangan tersisa. Saat siang hari who knows. Mungkin lebih ramai.

Sejumlah check-in counter yang kosong
Musola di departure hall
Hall menuju ruang tunggu keberangkatan yang masih kosong
Ruang tunggu keberangkatan di Gate 3
Kidz zone di ruang tunggu keberangkatan

Gerai makanan, sepanjang sepengamatan saya, hanya ada 2 saja yang buka yaitu Roti’O di departure hall dan satu restoran di ruang tunggu keberangkatan. Entah di arrival hall yang berada di lantai dasar apakah ada gerai makanan juga atau tidak.

Bandaranya sendiri bagus banget sih menurut saya. Megah dan kinclong. Interiornya didominasi dengan corak Batik Mega Mendung khas Cirebon.

Di bagian tengah departure hall ada beberapa ruangan terbuka berbentuk seperti separuh iglo. Salah satunya memajang berbagai foto tempat wisata di Jawa Barat. Tampaknya memang bandara ini didesain untuk menonjolkan kultur dan potensi wisata Jawa Barat kepada pengunjung bandara.

Pameran foto tempat-tempat wisata di Jawa Barat

Salah satu fasilitas di bandara ini yang juga menarik perhatian saya adalah adanya shower room. Sebuah fasilitas yang biasanya ada di bandara yang juga berperan sebagai bandara transit. Akan tetapi sepertinya shower room ini tidak gratis.

Shower room

Semegah-megahnya bandara ini dan selengkap-lengkapnya fasilitasnya, akan percuma jika tidak banyak penumpang yang datang dan pergi melalui bandara ini. Dipindahnya penerbangan domestik dari Bandung ke Kertajati ternyata tidak serta merta menaikkan secara signifikan tingkat okupansi pesawat dari bandara ini. Pesawat AirAsia ke Surabaya yang saya tumpangi kemarin juga menyisakan banyak kursi kosong.

Mungkin kelak ketika tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) telah beroperasi, bandara ini akan menjadi lebih ramai. Kabarnya tol Cisumdawu ini dapat memangkas perjalanan Bandung-Kertajati dari 2,5 jam menjadi 45 menit saja. Sayangnya tol ini paling cepat baru akan siap pada akhir tahun 2020. Itu sendiri sudah dikebut setahun lebih awal daripada target sebelumnya, yakni tahun 2021.

Advertisements

4 thoughts on “Naik Pesawat dari Bandara Kertajati

  1. Matius Teguh Nugroho

    Lho, ternyata BIJB juga masih sepi banget toh meski penerbangan domestik udah pada dipindah ke sana. Menurutku mungkin penumpang penerbangan domestik lebih memilih terbang via Jakarta atau kereta api. Perjalanan ke Soekarno-Hatta saat pagi-pagi buta juga cuma 2,5 jam soalnya.
    Bandaranya bagus sih, sayang konektivitasnya masih kurang. Aku harap ke depan akan ada jalur kereta api yang menghubungkan BIJB dengan kota Bandung Terus, itu pool Damri di Kebon Kawung juga perlu banget dibenahi. Keliatan berantakan -____-

    Dari kost-ku di Babakan Jeruk ke Bandara Husein Sastranegara cuma beberapa menit aja naik ojek hehe 😀

    Like

    Reply
    1. otidh Post author

      Setuju soal konektivitasnya yg kurang. Transportasi ke Soekarno-Hatta ada banyak macam pilihannya. Banyak bus dan travel yang langsung ke sana dari Bandung. Naik kereta api juga bisa.
      Haha.. iya sih. Surga banget ya ada bandara di tengah kota Bandung. Mau berangkat mepet-mepet masih bisa. Cuma perlu beberapa menit. Dari Dago juga kalau pagi-pagi 15 menit udah sampai juga.

      Liked by 1 person

      Reply
  2. Ranger Kimi

    Waaahhh bandaranya jadi jauh ya dari Bandung… Sayang banget bandaranya jadi sepi gitu. Kan sayang ya sudah bikin bandara bagus-bagus, tapi sepi penumpang. Ini pas bikin bandaranya pakai perencanaan matang gak sih? Aku jadi kepikiran, kalau sepi melulu ini bandara bakal tutup gak ya?

    Like

    Reply
    1. otidh Post author

      Iya mbak.. jauh banget dari Bandung. Jaraknya sebetulnya 80-an km. Tapi karena lewat jalur tol memutar jadi 180 km.
      Nah itu kurang tahu dulu pertimbangannya apa bikin bandara di sana. Kabarnya sih karena Cirebon dan sekitarnya dipersiapkan jadi kota metropolitan. Mungkin artikel ini https://www.jawapos.com/jpg-today/15/04/2018/bukan-bandung-ini-alasan-bijb-dibangun-di-kertajati-majalengka/ bisa cukup menjelaskan pertimbangan lainnya juga.
      Kalau tutup sih kayaknya nggak sampai. Pemerintah sih masih optimis bakalan ramai setelah tol Cisumdawu selesai.

      Like

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s