Tidak Maag Ketika Berpuasa

Bagi saya hal menarik dari berpuasa adalah kemampuan tubuh untuk beradaptasi dalam kondisi lapar dan dahaga. Maksud saya begini. Ketika tidak berpuasa, setiap kali melewatkan makan, terutama sarapan pagi, perut saya akan meronta-ronta. Namun ketika berpuasa, hal itu alhamdulillah tidak saya rasakan.

Beberapa hari yang lalu saya melewatkan waktu sahur ketika sedang dinas. Saya bangun beberapa menit setalah azan subuh dikumandangkan. Efek kopi hitam yang saya minum malam sebelumnya membuat saya baru bisa tidur pukul 1 malam. Alarm yang sudah saya setel tak terdengar oleh saya.

Saya pun terpaksa menjalani hari itu dengan perut kosong. Saya cemas tak ada energi untuk berakvitias hari itu. Apalagi dari penginapan saya masih perlu berjalan kaki hampir 1 km menuju tempat dinas. Saya takut apabila rasa sakit akibat maag menyerang sehingga saya tidak bisa menjalani aktivitas dengan normal.

Alhamdulillah nyatanya saya bisa menjalani hari itu dengan lancar. Aktivitas saya yang banyak melibatkan kerja otak juga tidak terhambat. Padahal pada hari biasa sebelum Ramadan, jika melewatkan sarapan pagi, saya tidak pernah bisa bekerja dengan baik akibat rasa sakit gejala maag dari perut yang meronta-ronta sebagai.

Dari yang saya dari sebuah artikel, salah satu efek puasa adalah berkurangnya asam lambung yang diproduksi. Walaupun demikian, masih dalam artikel yang sama disebutkan bahwa memikirkan makanan atau mencium baunya dapat merangsak otak kita untuk memerintahkan lambung untuk memproduksi asam lambung lagi.

Advertisements

5 thoughts on “Tidak Maag Ketika Berpuasa

  1. SAK

    Iya benar, tubuh memang hebat ya, Mas. Mungkin, kekuatan pikiran juga berpengaruh yaaaa.

    Saya pun sama seperti mas Dhito. Tim sarapan pagi wkwk kalo saya bukan perutnya yang meronta-ronta. Perut yang kosong bikin kepala saya pusing dan mual. Setelah perut keisi, sembuh sudah pusing dan mualnya 😂

    Liked by 1 person

    Reply
    1. otidh Post author

      Itulah. Sepertinya memang ada faktor dari pikiran juga. Begitu saat malam Ramadan kan kita biasanya berniat untuk puasa keesokan harinya. Jadi pikiran kita semacam udah mengatur ekspektasi tubuh kita bahwa esok kita tidak akan makan dan minum. Kayaknya sih begitu ya. Haha.

      Liked by 1 person

      Reply
    1. otidh Post author

      Yup, betul. Asam lambung = Asid perut. Kalau maag itu indigestion lah dalam english rasanya. Kalau dinas dalam konteks cerita di atas = work trip. Hehehe

      Like

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s