Jalan-Jalan di Padang & Bukittinggi (Bag. 2): Malam Minggu di Jam Gadang

Dalam perjalanan dari Padang ke Bukittinggi kami sempat singgah di dua tempat. Pertama kami mampir ke Air Terjun Lembah Anai yang terletak tepat di pinggir jalan raya trans Sumatera yang menghubungkan Kota Padang dengan Bukit Tinggi. Air Terjun Lembah Anai ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Tanah Datar.

Sayangnya kami tiba di sana ketika waktu sudah memasuki maghrib. Langit sudah agak gelap. Jadi saya tidak bisa dengan jelas mengambil gambar air terjun tersebut.

Sebentar saja kami berkunjung ke Air Terjun Lembah Anai ini. Setelah mengambil foto yang hasilnya pun buram karena gelap, kami pun kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan.

Di tengah perjalanan, tepatnya di Kota Padang Panjang, kami singgah lagi di Rumah Makan Sate Mak Syukur untuk makan malam. Sate Mak Syukur ini kabarnya merupakan Sate Padang yang paling enak dan sudah melegenda di kalangan wisatawan.

Terbukti ketika kami datang ke sana, banyak rombongan pelancong yang bersantap malam di sana. Bahkan sampai ada beberapa bus juga parkir di sana.

Kemasyhuran Rumah Makan Sate Mak Syukur ini pun sampai ke kalangan tokoh-tokoh pejabat nasional juga. Dari foto-foto yang dipajang tampak bahwa Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, dan mantan presiden SBY pun juga pernah berkunjung ke sana.

Foto-foto pejabat yang berkunjung ke Sate Mak Syukur

Foto-foto pejabat yang berkunjung ke Sate Mak Syukur

Saya dan Rizky sama-sama memesan Sate Padang serta Teh Talua. Ini kali pertama saya mencoba Teh Talua, minuman teh yang sudah melegenda di masyarakat Minangkabau.

Awalnya agak ragu-ragu saat akan meneguk teh talua ini. Sudah siap-siap menahan bau dan rasa amis telornya. Ternyata baunya tidak amis. Rasa telornya masih ada, tapi masih kalah dominan dari rasa manis dari campuran teh dan susunya.

Sementara itu satenya menurut saya dagingnya cukup renyah. Kuah satenya terasa pedas, tapi dalam level yang pas menurut saya. Harga seporsinya Rp25.000.

Sate Mak Syukur

Sate Mak Syukur

Teh Talua Sate Mak Syukur

Teh Talua Sate Mak Syukur

Usai makan malam di Sate Mak Syukur, kami kembali melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi. Sekitar pukul 8 malam kami tiba di Hotel Maison, tempat kami menginap di Bukittinggi malam itu. Setelah mengantarkan kami sampai Hotel Maison, Bang Untung berpamitan untuk pulang ke rumahnya.

Kami sengaja memilih Hotel Maison ini karena lokasinya yang cukup strategis. Yakni berada di kawasan sekitar Jam Gadang. Harganya pun yang paling ramah dengan kantong kami, hehehe.

Setelah check-in dan meletakkan barang-barang di dalam kamar, kami langsung keluar hotel untuk berjalan-jalan menikmati kawasan sekitar. Kami berjalan kaki ke utara mengitari Jalan Ahmad Karim berbelok menuju Jalan Ahmad Yani sampai akhirnya tiba di taman Jam Gadang.

Saat itulah untuk pertama kalinya saya melihat secara langsung landmark Kota Bukittinggi yang sangat ikonik itu. Dan saya juga baru tahu ternyata angka 4 romawi yang digunakan pada jam tersebut bukan IV melainkan IIII. 😅

Jam Gadang

Jam Gadang

Suasana taman Jam Gadang pada malam minggu itu sangatlah meriah. Mungkin karena dekorasi Jam Gadang saat itu yang bermandikan cahaya yang warnanya berganti-ganti. Selain itu juga karena memang banyak pelancong yang menikmati malam di sekitaran Jam Gadang. Pedagang kaki lima pun juga ramai menjajakan beraneka ragam jajanan khas Minangkabau.

Di antaranya ada pensi dan kerupuk kuah. Harganya masing-masing Rp5.000 saja. Saya hanya sempat mencoba kerupuk kuah yang dibeli Rizky. Kerupuk kuah ini cukup unik. Kerupuknya lebar. Di atasnya ditaburi mie dan kuah sate Padang. Baru kali ini saya mengetahui jajanan Minang yang satu ini.

Salah satu lapak jajanan khas Minangkabau di dekat Jam Gadang

Salah satu lapak jajanan khas Minangkabau di dekat Jam Gadang

Suasana yang ramai di kawasan Jam Gadang ini, banyak kuliner jajanan lokal, ditambah udara yang sejuk dan kontur berbukit, mengingatkan saya pada suasana di Alun-Alun Kota Batu. Para pelancong tumpek blek di sana untuk menikmati malam dengan wisata kuliner atau sekedar bercengkerama. Persis lah suasananya.

Setelah puas menikmati suasana Jam Gadang malam itu, kami kemudian berjalan kaki menuju Taman Monumen Bung Hatta. Lalu berbelok ke Jalan H. Agus Salim dan berjalan terus sampai kembali ke hotel. (bersambung)

————————————————————————————-

Indeks link seri artikel Jalan-Jalan di Padang & Bukittinggi:

Advertisements

One thought on “Jalan-Jalan di Padang & Bukittinggi (Bag. 2): Malam Minggu di Jam Gadang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s